Pencarian

Samsung Galaxy Watch Ultra2 vs Galaxy Watch9: Beda Target, Beda Harga, Bukan Cuma Soal Layar 5.000 Nits

Minggu, 02 Agustus 2026 • 08:49:01 WIB
Samsung Galaxy Watch Ultra2 vs Galaxy Watch9: Beda Target, Beda Harga, Bukan Cuma Soal Layar 5.000 Nits
Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 dipamerkan dalam sesi peluncuran di Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — Pasar wearable premium Indonesia kembali ramai. Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9, dua smartwatch yang sama-sama mengusung pembaruan One UI 9 Watch dan integrasi Samsung Health. Yang menarik, keduanya bukan sekadar saudara kembar dengan ukuran berbeda — Samsung justru memposisikan keduanya untuk dua tipe pengguna yang sangat berbeda.

Untuk konteks, Samsung mengklaim sudah ada lebih dari 2,5 juta pengguna aktif Samsung Health di Indonesia. Angka itu jadi alasan utama mengapa fitur kesehatan berbasis AI menjadi senjata utama kedua perangkat ini, bukan sekadar notifikasi atau pelacak langkah.

Kesehatan AI: Fitur yang Sama, Bukan Gimik

Baik Ultra2 maupun Watch9 memakai Samsung BioActive Sensor untuk merekam detak jantung saat istirahat, HRV, laju pernapasan, suhu kulit, hingga SpO2 saat tidur. Data ini diolah lewat empat fitur anyar: Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index.

Fitur-fitur ini bekerja sebagai satu kesatuan. Vitals merangkum kondisi tubuh dari data tidur, Heart Health Score mengukur kesiapan kardiovaskular, Daily Cardio Load mengevaluasi intensitas latihan, dan Fitness Index menganalisis progres kebugaran. Tujuannya jelas: membantu pengguna menentukan apakah tubuh siap beraktivitas berat atau justru butuh istirahat.

MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, menegaskan posisi produk ini. "Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 bukan hanya smartwatch untuk olahraga. Melalui One UI 9 dan Samsung Health, perangkat ini mampu menjadi pendamping kesehatan yang memahami kondisi tubuh pengguna sejak bangun tidur hingga proses recovery setelah beraktivitas."

Galaxy Watch Ultra2: Dibuat untuk Ditenggelamkan

Ultra2 tidak main-main soal spesifikasi. Chipset Snapdragon Wear Elite Platform Qualcomm SDW6100 berbasis fabrikasi 3nm menjadi otak, ditemani layar Super AMOLED 1,52 inci dengan kecerahan puncak 5.000 nits. Angka itu bukan sekadar gimmick — di bawah sinar matahari tropis yang terik, layar tetap terbaca jelas.

Baterainya naik 35 persen menjadi 800mAh, dan penyimpanan internal 64GB cukup untuk menyimpan peta offline atau playlist. Sertifikasi 10ATM, IP69K, dan EN13319 membuatnya layak dipakai menyelam, plus fitur Hydration Guidance untuk memperkirakan kebutuhan cairan tubuh. Mode Trail Run dan Diving hasil kolaborasi dengan Mares juga tersemat.

Yang perlu digarisbawahi: ini bukan jam untuk dipakai ke kantor. Bodinya besar, strap-nya khas outdoor, dan bobotnya terasa. Kalau aktivitas harianmu cuma dari meja ke ruang rapat, fitur 5.000 nits dan sertifikasi menyelam itu mubazir.

Galaxy Watch9: Ringan, tapi Baterainya Naik Juga

Watch9 menyasar kebalikannya: pengguna yang ingin smartwatch nyaman dipakai 24 jam. Samsung mengklaim bobotnya lebih ringan berkat desain strap Air Pocket terbaru, dan varian 40mm mendapat peningkatan baterai hingga 20 persen dibanding generasi sebelumnya.

Chipsetnya sama — Snapdragon Wear Elite Platform Qualcomm SDW6100 — jadi performa dan efisiensi daya tidak berbeda jauh dengan Ultra2. Bedanya ada di ketahanan fisik dan fitur outdoor. Watch9 tetap membawa sertifikasi IP68 dan 5ATM untuk renang dan hujan, tapi tidak untuk menyelam.

Ini pilihan yang lebih masuk akal untuk mayoritas orang. Lebih ringan di pergelangan, lebih kecil di lengan, dan tetap mendapat semua fitur kesehatan AI yang sama. Kekurangannya: daya tahan baterai tetap kalah dari Ultra2 karena kapasitasnya lebih kecil, dan tidak ada varian titanium untuk aktivitas ekstrem.

Harga dan Posisi: Dua Jam, Dua Kelas

Harga kedua jam ini tidak disebutkan secara resmi dalam bahan, tapi dari posisi lineup-nya, Ultra2 jelas dibanderol lebih mahal — biasanya selisihnya bisa mencapai jutaan rupiah di kelas smartwatch Samsung. Kompetitor langsungnya di kelas ini adalah Apple Watch Ultra 2 dan Garmin Fenix series, sementara Watch9 bersaing dengan Apple Watch Series 10 dan Pixel Watch 3.

Kalau budget bukan masalah dan kamu rutin trail running, diving, atau triathlon, Ultra2 adalah pilihan yang lebih masuk akal. Tapi kalau kebutuhanmu cuma memantau tidur, detak jantung, dan sesekali lari pagi, Watch9 menawarkan 90 persen fitur yang sama dengan harga lebih rendah dan bobot yang jauh lebih nyaman.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

  • Harga premium di kelasnya — kedua jam ini bukan barang murah. Pastikan fitur kesehatan AI-nya benar-benar kamu pakai, bukan sekadar gengsi.
  • Kompatibilitas terbatas — fitur Samsung Health paling optimal hanya di perangkat Galaxy. Pengguna iPhone kehilangan banyak fungsi.
  • Baterai Ultra2 besar, tapi tidak ajaib — 800mAh memang naik signifikan, tapi dengan layar 5.000 nits dan GPS aktif, pemakaian berat tetap bisa menghabiskan baterai dalam sehari.
  • Watch9 bukan versi mini Ultra2 — tidak ada sertifikasi menyelam atau kecerahan 5.000 nits. Jangan salah beli kalau kebutuhanmu outdoor ekstrem.

Kesimpulannya, Samsung tidak sedang menjual dua varian dari jam yang sama. Ultra2 adalah alat untuk olahraga ekstrem, Watch9 adalah pendamping kesehatan harian. Menentukan pilihan sebenarnya sederhana: seberapa jauh kamu rela membawa jam ini ke medan yang keras?

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Fitur keseh?
tan AI apa saja yang ada di Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9? A: Keduanya memiliki fitur Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index yang mengolah data dari sensor BioActive untuk memantau detak jantung, HRV, suhu kulit, dan SpO2 saat tidur.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tabloidpulsa.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks