BINTAN — Sebanyak 11 unit sarana penangkapan ikan resmi berpindah tangan kepada sembilan kelompok nelayan di Kabupaten Bintan. Paket bantuan itu mencakup delapan kapal perikanan berbahan fiber berukuran 1 Gross Ton (GT) dan tiga unit boat pancung yang dilengkapi mesin tempel 15 PK.
Penyerahan dilakukan Bupati Bintan, Roby Kurniawan, di Pelabuhan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, Senin (3/8/2026). Program ini dijalankan melalui Dinas Perikanan Kabupaten Bintan dengan sasaran nelayan kecil di Kecamatan Mantang dan Teluk Bintan.
Penerima Manfaat: 9 Kelompok Nelayan dari Mantang dan Teluk Bintan
Kelompok penerima bantuan berasal dari dua kecamatan berbeda. Dari Kecamatan Mantang dan Teluk Bintan, tercatat Kelompok Camar Laut, Mabar, Poleh, Lumba-Lumba, Pangkil Cemerlang, Pangkil Jaya, KUB Mandiri, Tebing Niur, serta Koperasi Mitra Usaha Mulia masuk dalam daftar penerima.
Bupati Roby Kurniawan menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memfasilitasi kebutuhan pokok nelayan. Menurutnya, Kabupaten Bintan memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar sehingga perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai.
Instruksi Bupati: Manfaatkan dan Rawat Bantuan dengan Baik
Roby mengingatkan para penerima agar merawat kapal dan mesin yang diberikan secara optimal. Ia meminta bantuan tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas melaut, bukan sekadar disimpan.
“Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan motivator bagi masyarakat nelayan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan mereka. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi hasil tangkapan sehingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan nelayan,” ujar Roby dalam keterangannya.
Pengawasan Berkelanjutan Dinas Perikanan
Selain menyerahkan bantuan, Roby juga meminta Dinas Perikanan Kabupaten Bintan melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan. Langkah ini ditempuh agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para nelayan di lapangan.
Melalui program ini, Pemkab Bintan berharap produktivitas sektor perikanan tangkap terus meningkat. Potensi kelautan yang dimiliki daerah diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal, seiring dengan upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.