Pencarian

Binance Hapus Enam Koin Kripto ACX, HFT, PIVX, PYR, VANRY, dan VIC, Perdagangan Berjangka Ditutup 7 Agustus

Selasa, 04 Agustus 2026 • 02:10:31 WIB
Binance Hapus Enam Koin Kripto ACX, HFT, PIVX, PYR, VANRY, dan VIC, Perdagangan Berjangka Ditutup 7 Agustus
Binance mengumumkan penghapusan enam aset kripto, termasuk ACX, HFT, dan PIVX, dengan penutupan layanan berjangka pada 7 Agustus 2025.

KEPULAUAN RIAU — Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, kembali melakukan pembersihan daftar aset yang diperdagangkan. Enam token akan dilepas dari platform secara bertahap mulai pekan ini, dengan jadwal final pada 17 Agustus 2025. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan bursa untuk memastikan standar kualitas aset yang diperdagangkan tetap terjaga.

Token yang terdampak adalah ACX (Across Protocol), HFT (Hashflow), PIVX, PYR (Vulcan Forged), VANRY (Vanar Chain), dan VIC (Tomochain). Binance menyebut keputusan ini diambil setelah menilai beberapa faktor utama, termasuk likuiditas pasar, aktivitas pengembangan proyek, tokenomics, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Tenggat Krusial untuk Trader Futures: 7 Agustus

Bagi pengguna yang memiliki posisi di pasar berjangka, ada tanggal penting yang harus dicatat. Binance akan menghentikan seluruh layanan futures untuk keenam token tersebut pada 7 Agustus 2025. Setelah tanggal ini, semua posisi terbuka akan ditutup secara otomatis oleh sistem.

Proses likuidasi otomatis ini berpotensi merugikan trader yang tidak sempat menutup posisinya secara manual. Posisi yang dilikuidasi paksa biasanya terkena biaya tambahan dan harga eksekusi yang kurang menguntungkan dibandingkan menutup posisi secara sukarela.

Dampak ke Layanan Spot, Margin, dan Lending

Selain pasar berjangka, Binance juga akan menghentikan layanan lain yang terkait dengan keenam token ini secara bertahap. Layanan spot trading, margin, lending, dan pembayaran akan dihentikan dalam beberapa pekan ke depan mengikuti jadwal yang dirilis bursa.

Pengguna yang masih menyimpan token-token tersebut di akun Binance disarankan untuk segera menarik asetnya ke dompet pribadi (self-custody wallet) atau memindahkannya ke bursa lain. Setelah 17 Agustus, penarikan dana untuk keenam aset ini kemungkinan besar tidak akan dilayani lagi oleh Binance.

Mengapa Binance Rutin Melakukan Delisting?

Kebijakan delisting bukanlah hal baru bagi Binance. Bursa ini secara berkala meninjau setiap aset yang tercatat untuk memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap standar industri. Faktor-faktor seperti volume perdagangan yang terus menurun, tim pengembang yang tidak aktif, atau masalah regulasi di yurisdiksi tertentu biasanya menjadi pemicu utama.

Bagi investor Indonesia yang memegang token-token ini, langkah yang paling aman adalah segera mengecek saldo akun dan melakukan tindakan sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Perlu diingat bahwa keputusan delisting di bursa utama seperti Binance sering kali berdampak pada penurunan harga aset secara signifikan.

Setelah proses delisting selesai, keenam token ini hanya akan tersedia di bursa-bursa kecil dengan likuiditas terbatas. Kondisi ini membuat aset tersebut semakin sulit diperdagangkan dan berisiko tinggi mengalami fluktuasi harga yang ekstrem.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gadgets360.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks