KEPULAUAN RIAU — Bumble, aplikasi kencan yang selama ini identik dengan konsep "wanita mengirim pesan pertama", resmi mengubah kebijakan intinya. Kini, pengguna dari gender apapun bisa memulai percakapan setelah terjadi kecocokan (match) tanpa harus menunggu aturan lama. Keputusan ini diumumkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Bumble, Whitney Wolfe Herd, dan berlaku global mulai hari ini.
Mengapa Aturan Ini Diubah Sekarang?
Wacana penghapusan aturan berbasis gender ini sebenarnya sudah disinggung Wolfe Herd pada Mei lalu. Namun, implementasinya baru dieksekusi kini. Langkah ini diambil Bumble untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan menghilangkan tekanan yang selama ini dirasakan salah satu pihak.
Data internal Bumble menunjukkan 62 persen pengguna pria dan wanita merasa lebih percaya diri ketika mereka punya pilihan dalam menentukan cara dan waktu memulai percakapan. Angka ini menjadi dasar bagi Bumble untuk menghapus sekat gender dalam fitur messaging.
Fitur Baru: Anti Pesan Satu Kata
Bersamaan dengan aturan baru ini, Bumble menyematkan sistem deteksi pesan satu kata. Jika pengguna mencoba mengirim sapaan malas seperti "Hai" atau "Hello", aplikasi akan memunculkan notifikasi di layar yang mendorong mereka menulis kalimat pembuka yang lebih personal dan berniat.
Fitur ini dirancang untuk menjaga kualitas percakapan tetap sehat. Bumble ingin menghindari skenario di mana pengguna hanya melempar satu kata lalu menunggu, yang kerap membuat lawan bicara enggan merespons.
Bukan Perubahan Pertama di 2024
Sebenarnya, Bumble sudah mulai melonggarkan aturan ini sejak tahun 2024 lewat fitur "Opening Moves". Saat itu, pengguna perempuan bisa mengatur pertanyaan pemantik yang harus dijawab pria, sehingga pria punya celah untuk mengirim pesan pertama di koneksi heteroseksual.
Untuk koneksi sesama jenis, kedua pihak sebenarnya sudah bisa saling berkirim pesan lebih dulu sejak lama. Aturan baru ini kini menyederhanakan semuanya: tidak ada lagi tekanan gender, dan opsi untuk memulai percakapan bersifat opsional bagi semua orang.
Strategi Bumble Hadapi Persaingan AI
Perubahan sistem pesan ini bukan sekadar pembaruan fitur biasa. Ini bagian dari strategi besar Bumble untuk bertahan di tengah persaingan ketat dengan Tinder yang masih memimpin pangsa pasar aplikasi kencan di AS.
Bumble sedang gencar bertransformasi ke arah kecerdasan buatan. Pada Maret lalu, mereka meluncurkan Bee, asisten AI yang membantu menghubungkan pengguna. Wolfe Herd juga menyatakan bahwa AI dan acara tatap muka (in-person events) akan menjadi pilar utama masa depan perusahaan.
Batas Waktu Balas 72 Jam
Konsekuensi dari aturan baru ini adalah perubahan batas waktu respons. Penerima pesan kini punya waktu 72 jam untuk membalas dan memulai percakapan. Jika melewati batas tersebut, koneksi bisa hangus.
Bagi pengguna di Indonesia yang aktif memakai Bumble, perubahan ini berarti tidak ada lagi alasan menunggu lawan jenis untuk memulai obrolan. Siapa pun yang cocok bisa langsung menyapa, selama sapaan tersebut bukan sekadar satu kata.