KEPULAUAN RIAU — Keputusan untuk menggelontorkan bantuan senilai Rp 100 miliar ini diambil cepat. Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), langsung berkoordinasi dengan Direktur Utama Bulog pada hari terjadinya bencana, Sabtu lalu. Prosedur administrasi disebutnya menyusul kemudian.
"Baru kami mau berangkat hari ini atau besok. Tapi bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih Rp 100 miliar. Sebagai kepala Bapanas," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Selasa (18/8/2026).
Rincian Distribusi di Empat Kabupaten Terdampak
Penyaluran bantuan tahap awal ini menyasar empat kabupaten yang paling parah terkena dampak gempa. Kementerian Pertanian mencatat total beras yang dikirim mencapai 5.386 ton, dengan nilai total sekitar Rp 75,4 miliar. Angka ini merupakan gabungan dari bantuan khusus kebencanaan dan bantuan pangan reguler.
Kabupaten Manggarai menjadi penerima terbesar dengan total 1.830,63 ton, terdiri dari 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan reguler. Disusul Kabupaten Manggarai Timur yang menerima 1.814 ton, dengan rincian 153 ton untuk tanggap darurat dan 1.661 ton bantuan reguler.
Sementara itu, Kabupaten Sikka memperoleh alokasi 1.288,24 ton. Adapun Kabupaten Ngada menerima 452,27 ton, menjadikannya daerah dengan jatah terkecil di antara empat kabupaten tersebut.
Mekanisme Penyaluran dan Kecukupan Stok
Khusus untuk bantuan kebencanaan murni, total alokasi beras yang disiapkan mencapai 200,35 ton. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau terdampak langsung dan berada dalam kondisi darurat pasca-gempa.
Amran menjelaskan, dana bantuan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk sektor kebencanaan di bawah Badan Pangan Nasional. "Itu dari APBN. Itu dari anggaran untuk bencana. Itu kan di Bapanas. Barangnya ada di sana, Bulog sudah," terangnya.
Ia menambahkan, untuk tahap awal ini bantuan yang dikirim baru berbentuk beras. Namun, jika kebutuhan di lapangan meningkat, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk menyalurkan komoditas lain seperti minyak goreng.
Soal ketersediaan pasokan, Amran menegaskan stok beras nasional sangat aman. Per hari ini, cadangan beras yang dimiliki Bulog mencapai 5,2 juta ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di NTT maupun daerah lain yang membutuhkan.
"Ini kalau dihitung ada 5 kali lipat ya? Ada 5 kali lipat. Aman, aman, aman. Stok kita 5,2 juta. Aman, insyaallah aman," pungkas Amran.