Pencarian

Realisasi Investasi Batam Semester I 2026 Capai Rp38,97 Triliun, Tumbuh 62,75 Persen Berkat Kepastian Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 • 15:42:31 WIB
Realisasi Investasi Batam Semester I 2026 Capai Rp38,97 Triliun, Tumbuh 62,75 Persen Berkat Kepastian Usaha
Kepala BP Batam Amsakar Achmad memaparkan realisasi investasi Batam semester I 2026 yang mencapai Rp38,97 triliun di Batam, Kamis (20/8/2026).

BP Batam mencatat realisasi investasi di Batam sepanjang Januari–Juni 2026 menembus Rp38,97 triliun, atau setara 55,67 persen dari target tahun ini sebesar Rp70 triliun. Capaian ini tumbuh signifikan 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ditopang kenaikan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 53,68 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang melonjak 78,25 persen.

BATAM — Angka tersebut diraih melalui penghitungan metode bottom-up yang dilakukan BP Batam. Pertumbuhan ini dinilai sebagai buah dari penguatan iklim usaha yang fokus pada kepastian hukum dan kemudahan perizinan bagi investor.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyebut, pihaknya tidak hanya mengejar target nominal investasi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang transparan dan kompetitif. Menurutnya, kepercayaan investor adalah modal utama yang harus dijaga.

Fokus pada Sektor Bernilai Tambah

Selain mendorong investasi secara umum, BP Batam mengarahkan pengembangan pada sektor-sektor strategis yang bisa memperkuat struktur ekonomi daerah. Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain industri digital dan kreatif, kedirgantaraan, logistik internasional, hingga pariwisata kesehatan.

“Kami tidak hanya mengejar angka investasi, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang semakin mudah, transparan dan kompetitif,” tegas Amsakar di Batam, Kamis (20/8/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu sektor, melainkan tersebar di berbagai bidang yang memiliki daya saing tinggi.

Konsep WPP untuk Kota Ekonomi Modern

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan program strategis melalui konsep Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP). Konsep ini dirancang untuk mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai kawasan.

“Target saya dan Pak Amsakar bukan hanya sekadar menjadikan Batam sebagai tempat investor menanamkan modal. Kami ingin Batam menjadi tempat yang memberikan kepastian untuk tumbuh, ruang bagi dunia usaha untuk berkembang, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujar Li Claudia.

Dengan konsep tersebut, BP Batam berharap transformasi Batam sebagai kota ekonomi modern dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Investasi Harus Berdampak ke Masyarakat

Li Claudia menekankan, pertumbuhan investasi bukan sekadar angka di atas kertas. Ia menilai peningkatan penanaman modal harus berdampak langsung pada pergerakan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Di balik setiap investasi, ada harapan agar ekonomi bergerak, dunia usaha tumbuh, dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Pihaknya berkomitmen memastikan setiap investasi yang masuk mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Batam secara menyeluruh.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hmstimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks