KEPULAUAN RIAU — Dua ribu tujuh ratus enam puluh delapan getaran susulan itu terekam sejak gempa besar pertama kali menghantam daratan Flores. Angka ini menjadi indikator bahwa energi di bawah permukaan bumi masih terus berusaha mencari keseimbangan baru setelah pelepasan energi utama yang sangat besar itu.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resminya, Senin (16/12), menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas seismik ini secara real-time melalui jaringan sensor yang tersebar di seluruh wilayah NTT.
"Masyarakat di pesisir dan dataran tinggi Flores agar tetap tenang namun waspada, serta tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring.
Peta Sebaran Episenter dan Kedalaman Sumber Getaran
Dari ribuan kejadian tersebut, BMKG mengidentifikasi bahwa sebagian besar gempa susulan memiliki magnitudo kecil yang hanya bisa dirasakan oleh alat pencatat, bukan oleh indera manusia. Namun, beberapa di antaranya memiliki kekuatan yang cukup signifikan hingga memicu kepanikan warga yang masih trauma dengan guncangan utama.
Episenter gempa-gempa susulan ini terkonsentrasi di sepanjang sesar aktif di laut Flores, dengan kedalaman yang bervariasi antara 10 hingga 30 kilometer. Variasi kedalaman ini menunjukkan kompleksitas struktur patahan yang menjadi sumber gempa, sehingga menyulitkan para ahli untuk memprediksi kapan aktivitas ini akan benar-benar mereda.
Mengapa Grafik Aktivitas Seismik Masih Fluktuatif?
Pola fluktuatif yang terekam instrumen seismograf mengindikasikan bahwa proses penyesuaian batuan masih berlangsung secara bertahap. Energi sisa yang terlepas tidak terjadi sekaligus, melainkan terakumulasi dan terlepas dalam serangkaian getaran dengan interval waktu yang tidak beraturan.
Kondisi ini berbeda dengan gempa bumi tektonik dangkal di daratan yang biasanya diikuti oleh serangkaian aftershock yang frekuensinya menurun secara linear. Untuk kasus Flores kali ini, mekanisme sesar naik (thrust fault) yang kompleks membuat proses relaksasi batuan berjalan lebih lama dan tidak menentu.
Imbauan Mitigasi untuk Wilayah Pesisir Flores
Meski getaran yang terekam mayoritas berkekuatan kecil, BMKG tetap mengimbau warga yang tinggal di lereng perbukitan untuk mewaspadai potensi longsor yang dipicu oleh getaran. Sementara itu, bagi masyarakat di pesisir, imbauan utama tetap pada kesiapsiagaan menghadapi potensi tsunami jika terjadi gempa susulan berkekuatan besar.
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat diminta untuk terus mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis komunitas dan memastikan jalur evakuasi tetap steril dari hambatan. Kesadaran warga akan protokol evakuasi mandiri menjadi kunci utama pengurangan risiko, terlepas dari kapan aktivitas seismik ini benar-benar berakhir.
BMKG memastikan seluruh data yang dirilis bersumber dari analisis stasiun pemantau yang terkalibrasi, dan informasi resmi hanya disebarluaskan melalui kanal komunikasi yang telah ditetapkan untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di lapangan.