KEPULAUAN RIAU — Kepastian regulasi menjadi kata kunci yang disorot pelaku industri di tengah perubahan skema bantuan pemerintah ini. Aismoli menekankan bahwa kejelasan mekanisme dan teknis implementasi di lapangan jauh lebih krusial daripada sekadar besaran nominal, agar konsumen tidak menunda pembelian.
Menjaga Selisih Harga agar Konsumen Tidak Menunggu
Public Relation & Event Executive Aismoli, Riniwaty Sinaga, mengatakan insentif Rp3 juta tetap memiliki peran strategis dalam memperkecil gap harga antara motor listrik dan konvensional. Ia mencontohkan, potongan tersebut cukup signifikan untuk membuat harga akhir lebih menarik di mata konsumen ritel.
"Insentif Rp3 juta tetap akan membantu memperkecil selisih harga dan mendorong minat konsumen, meskipun daya dorongnya tentu tidak akan sebesar ketika insentifnya Rp5 juta," ungkap Riniwaty saat dihubungi, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, tanpa kepastian regulasi yang jelas, agresivitas promosi dari pabrikan pun akan terhambat. Konsumen cenderung bersikap wait and see atau terus menunda keputusan pembelian mereka jika mekanisme penyaluran insentif masih simpang siur di lapangan.
Sikap Realistis Menatap Target Penjualan Akhir Tahun
Ketika ditanya mengenai proyeksi kenaikan penjualan hingga akhir tahun, Aismoli memilih untuk tidak mematok target angka pasti. Asosiasi mengambil sikap realistis dengan fokus utama mengawal kelancaran administrasi penyaluran insentif yang baru saja diputuskan pemerintah tersebut.
Langkah ini diambil sembari memantau dinamika pasar pasca-pengumuman resmi besaran insentif. Efektivitas kebijakan anyar ini baru akan terukur setelah mekanisme pencairan dana di dealer-dealer beroperasi penuh dan konsumen mulai mengajukan pembelian.
Kepastian mekanisme dan teknis implementasi di lapangan sangat penting agar konsumen tidak bersikap wait and see atau terus menunda keputusan pembelian mereka. Dengan begitu, realisasi penjualan di kuartal akhir tahun tetap bisa berjalan sesuai harapan industri.