BATAM — Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau-Kepri tidak lagi hanya menunggu peserta datang ke kantor. Lembaga itu kini turun langsung menyasar para pekerja sektor informal yang tingkat kepesertaannya masih rendah, salah satunya di Batam.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau-Kepri, Ikbar Saloma, mengatakan peringatan Harpelnas tahun ini membawa semangat 3M, yakni Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan. Pada aspek perlindungan, fokus diarahkan kepada pekerja informal yang dinilai masih memiliki tingkat kepesertaan relatif rendah.
"Kami akan turun langsung ke kantong-kantong pekerja informal untuk memberikan edukasi sekaligus memperluas cakupan kepesertaan," kata Ikbar dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Mengapa Pekerja Informal di Batam Menjadi Sasaran Utama?
Menurut Ikbar, pekerja informal tetap menghadapi berbagai risiko kerja sehingga sudah sepatutnya memperoleh perlindungan yang sama dengan pekerja formal. Selama ini, mereka kerap menjadi kelompok yang paling rentan namun paling sulit dijangkau oleh program jaminan sosial.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial bagi para pekerja yang selama ini belum tersentuh BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran negara di tengah masyarakat ketika menghadapi musibah dinilai menjadi kunci utama.
"Dengan hadirnya BPJS, negara benar-benar hadir ketika masyarakat menghadapi musibah," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya.
Kolaborasi dengan Pemda untuk Pelatihan Vokasi dan UMKM
Di Provinsi Kepulauan Riau, strategi tersebut tidak berjalan sendiri. BPJS Ketenagakerjaan menggandeng pemerintah daerah dan sejumlah lembaga pelatihan untuk memperkuat kapasitas serta produktivitas pekerja.
Pemerintah daerah ikut berperan aktif melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta organisasi perangkat daerah yang membidangi koperasi dan UMKM. Kerja sama ini diharapkan melahirkan produk bernilai ekonomi bagi para penerima manfaat.
"Intinya pemerintah daerah bersama kami melaksanakan berbagai pelatihan sehingga manfaat yang diterima peserta tidak hanya berupa perlindungan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan," jelas Ikbar.
Manfaat Jaminan Sosial Lebih dari Sekadar Klaim Risiko Kerja
Diky Wijaya menambahkan, manfaat jaminan sosial tidak hanya dirasakan saat peserta mengalami risiko kerja. Berbagai pelatihan keterampilan yang diberikan diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia pun mengajak masyarakat serta pelaku usaha untuk semakin menyadari pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan bagi para pekerja. Kesadaran ini dinilai krusial untuk menekan angka kecelakaan kerja yang tidak tercover.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Budi Pramono, menegaskan bahwa Harpelnas menjadi pengingat bagi institusinya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas manfaat perlindungan.
"Harpelnas menjadi momentum untuk menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh pekerja Indonesia beserta keluarganya," pungkas Budi.