Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai di Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai fasilitas pendidikan berasrama yang menyiapkan sumber daya manusia unggul di wilayah hinterland. Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan pendidikan tidak bisa terlambat didesain karena Batam ke depan membutuhkan generasi yang mampu menjawab kebutuhan industri. Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 185.921 meter persegi dan ditargetkan sudah berdiri pada 2028.
BATAM — Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, resmi dimulai sebagai fasilitas pendidikan berasrama yang dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di wilayah hinterland kota itu. Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu menjawab kebutuhan industri Batam pada masa mendatang.
"Pendidikan tidak bisa terlambat untuk kita desain. Batam ke depan membutuhkan generasi unggul dan ini menjawab kebutuhan industri di Batam," kata Amsakar di Batam, Kamis.
Lahan 18,5 Hektare dan Fasilitas Berstandar Internasional
Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 185.921 meter persegi atau sekitar 18,5 hektare. Amsakar menyebut pembangunan fasilitas fisiknya mendapat dukungan dari para pelaku usaha di Batam, sedangkan untuk pengelolaan sekolah akan dilakukan oleh pemerintah.
Ia berharap sekolah tersebut dapat memberi akses pendidikan bagi anak-anak dari wilayah hinterland. "Saya berharap ada anak-anak Bulang, Belakangpadang, Galang, yang tampil di sini," ujarnya.
Amsakar menjelaskan sekolah akan menerapkan pola asrama, termasuk menyediakan fasilitas asrama bagi guru. "Melalui sekolah ini lahir mutiara-mutiara muda yang dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi Batam tetapi bagi Indonesia. Saya percaya lembaga pendidikan yang dirancang secara baik, didukung tenaga profesional dan pola belajar serta fasilitas yang berstandar internasional akan menghasilkan SDM yang baik," katanya.
Berjenjang dari SD hingga SMA, Dilengkapi Asrama hingga Gedung Olahraga
Ketua Pengurus Yayasan Merah Putih Eddy Hussy mengatakan sekolah tersebut dirancang berjenjang dari SD hingga SMA. Selain ruang pembelajaran, kawasan sekolah dilengkapi gedung olahraga dan serbaguna, masjid, gedung peribadatan, asrama murid dan guru, perpustakaan pusat, kantin serta lapangan bola basket dan voli.
"Kami berharap sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk tumbuh, membangun karakter dan potensi, sehingga menjadi generasi yang bermanfaat," kata Eddy.
Cut and Fill Rampung, Target Berdiri 2028
Ketua Tim Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Robinson Tan mengatakan pembangunan tersebut merupakan amanat untuk menyiapkan SDM berkualitas. Ia menyebut proses pembangunan diawali dengan pekerjaan cut and fill yang telah rampung dalam dua bulan terakhir.
Sekolah tersebut ditargetkan sudah berdiri pada 2028. "Ini merupakan amanat mulia karena sekolah adalah tempat mendidik anak-anak bangsa dan memastikan SDM yang mumpuni untuk meneruskan bangsa ini," ujarnya.
Amsakar menambahkan pengelolaan sekolah ke depan idealnya dilakukan pemerintah sehingga proses rekrutmen tenaga pendidik dapat berada di bawah pemerintah.