Kepri Siap Jadi Etalase Ekonomi Baru: Targetkan 2 Juta Wisman Lewat Kekuatan Wisata Halal

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 10 Februari 2026 | 13:06:03 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan potensi wisata halal sebagai penggerak ekonomi baru di daerahnya.

TANJUNGPINANG – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini tengah diposisikan sebagai pusat kekuatan ekonomi baru di Indonesia melalui penguatan sektor wisata halal. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa modal utama daerahnya adalah indeks industri halal yang merupakan salah satu yang tertinggi di tanah air.

Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi di kancah global.

Sektor pariwisata Kepri menunjukkan tren positif menuju masa kejayaannya kembali pasca-pandemi. Angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2025.

Indikator PariwisataData & Target
Kunjungan Wisman (per Agustus 2025)1,2 Juta Orang
Target Kunjungan (Hingga Akhir Tahun)1,8 – 2 Juta Orang
Fokus UtamaHalal Tourism & Kuliner Halal
Lokasi Pilot ProjectPulau Penyengat

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan, memberikan apresiasi khusus kepada Pemprov Kepri. Menurutnya, Pulau Penyengat bukan sekadar situs sejarah dan budaya, melainkan telah bertransformasi menjadi simbol halal tourism Indonesia.

"Produk halal kini telah menjadi bagian dari tren ekonomi global, bukan hanya kebutuhan umat Muslim. Kepri, dengan Pulau Penyengatnya, adalah tonggak penting dalam Muslim Travel Index kita," ujar Haikal, Selasa (10/2/2026).

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa kolaborasi lintas kementerian telah membuahkan hasil nyata di lapangan. Sejak Juli 2025, program sertifikasi halal bagi UMKM di desa wisata terus dikebut.

Pencapaian di Pulau Penyengat: Sebanyak 438 produk UMKM telah resmi tersertifikasi halal per 15 Oktober.

Target Ekspansi: Program akan diperluas ke 1.500 desa wisata di 15 provinsi di seluruh Indonesia.

Misi Strategis: Memperkuat posisi Indonesia dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 sebagai destinasi utama dunia.

Sebagai tindak lanjut dari penguatan ekosistem ini, pembahasan mendalam mengenai ekonomi halal akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum strategis ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, yang akan menjadi ajang konsolidasi para pemangku kepentingan syariah di Indonesia.

Dengan sinergi antara sertifikasi produk, infrastruktur ramah Muslim, dan promosi yang masif, Kepulauan Riau optimis mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Reporter: Redaksi
Back to top