KEPULAUAN RIAU — Tak satu pun penggawa Bajul Ijo masuk dalam daftar panggilan Timnas Indonesia untuk ajang Piala AFF 2026. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, buka suara soal situasi ini dengan nada rendah hati dan penuh hormat.
Keputusan Pelatih Timnas Dihormati, Fokus ke Perbaikan Tim
Menurut Tavares, dirinya tidak punya kuasa untuk mengintervensi panggilan pemain ke tim nasional. Yang bisa dilakukan tim pelatih Persebaya hanyalah terus bekerja keras.
"Kami harus bekerja, kami tidak bisa mengontrol itu. Kami harus menghormatinya," ujar Tavares, Selasa (26/5/2025).
Pelatih berusia 46 tahun itu mengakui keinginan pribadinya untuk melihat anak asuhnya membela Merah Putih. Namun, ia menilai respons paling profesional adalah terus mengembangkan kualitas skuad Persebaya.
"Tentu sebagai pelatih saya ingin punya pemain di tim nasional. Tapi kalau mereka merasa pemain kami belum punya kualitas yang cukup, maka jawaban kami adalah bekerja untuk mengembangkan pemain dan tim," lanjutnya.
Sepakbola Kolektif: Individu Berkembang, Tim Maju Bersama
Tavares menekankan bahwa sepakbola bukan sekadar ajang unjuk kemampuan individu. Menurutnya, permainan ini menuntut sinergi dan pertumbuhan bersama antara satu pemain dengan pemain lainnya.
"Sepakbola adalah permainan kolektif. Jadi kami harus berkembang secara individu dan kolektif," kata Tavares.
Ia meyakini jika performa tim terus meningkat, peluang pemain Persebaya untuk dipanggil Timnas Indonesia akan terbuka dengan sendirinya. Proses ini membutuhkan konsistensi dan hasil positif di lapangan.
"Kalau kami bisa berkembang, mungkin nantinya ada kesempatan pemain kami dipanggil tim nasional," tandasnya.
Skuad asuhan John Herdman sendiri dipersiapkan untuk menghadapi Piala AFF 2026 yang akan digelar akhir tahun ini. Persebaya, sementara itu, masih memiliki pekerjaan rumah untuk membuktikan bahwa talenta-talenta mereka layak bersaing di level internasional.