BATAM — Surat edaran itu sudah mulai didistribusikan ke puskesmas, klinik, dan rumah sakit swasta di 12 kecamatan. Kepala Dinkes Batam, dr. Didi Kusmarjadi, meminta setiap faskes meningkatkan deteksi dini terhadap pasien dengan gejala demam tinggi, nyeri otot, dan gangguan pernapasan yang tidak biasa.
Hantavirus menular melalui debu yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus. Kota Batam dengan ratusan pabrik dan gudang logistik dinilai rawan karena aktivitas bongkar muat barang kerap menyisakan tumpukan kardus dan palet kayu yang menjadi sarang tikus.
Dinkes memastikan RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam telah menyiapkan ruang rawat isolasi dan alat bantu pernapasan. Kedua rumah sakit ini akan menjadi rujukan utama jika ditemukan kasus dengan komplikasi paru akibat infeksi Hantavirus.
"Seluruh faskes di Kota Batam akan kita surati tentang kewaspadaan terhadap penyakit Hantavirus ini," ujar dr. Didi kepada Harian Kepri, Rabu (13/5/2026).
Dinkes juga mengeluarkan imbauan khusus kepada pengelola kawasan industri dan ketua RT/RW di pemukiman padat penduduk. Warga diminta memakai masker, sarung tangan, dan sepatu bot saat membersihkan gudang, loteng, atau area yang banyak kotoran tikus.
"Masyarakat kami imbau memakai alat pelindung diri yang memadai jika membersihkan kotoran tikus di lingkungan mereka," tegas Didi.
Standar sanitasi diperketat di lingkungan yang dekat dengan tempat pembuangan sampah sementara dan saluran drainase. Dinkes mengingatkan agar warga tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena partikel debu yang terhirup bisa langsung masuk ke paru-paru.
Penyakit ini memiliki tingkat kematian tinggi jika tidak ditangani sejak awal. Gejala awal mirip flu berat, namun bisa berkembang cepat menjadi sindrom paru akut dalam waktu 2–4 hari. Sejauh ini belum ada laporan kasus positif di Batam, tetapi kewaspadaan dini dinilai lebih baik menunggu hingga korban berjatuhan.
Dinkes Batam akan memonitor laporan dari setiap faskes secara harian. Jika ditemukan pasien dengan riwayat kontak dengan kotoran tikus dan gejala yang mengarah pada Hantavirus, sampel akan segera dikirim ke laboratorium rujukan di Jakarta untuk konfirmasi.