Startup Korea LetinAR Garap Lensa Kacamata AI, Target IPO 2027

Penulis: Bastian Sihombing  •  Senin, 18 Mei 2026 | 19:29:33 WIB
LetinAR fokus mengembangkan lensa AI untuk kacamata pintar dengan teknologi PinTILT yang efisien dan ringan.

KEPULAUAN RIAU — Pasar kacamata pintar global tengah bergerak cepat. Data Omdia menunjukkan pengiriman unit AI glasses mencapai 8,7 juta unit pada 2025, naik lebih dari 300 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, analis memproyeksikan angka itu akan menembus 15 juta unit.

Bukan Kacamata, Tapi Otak Optik di Dalamnya

LetinAR tidak memproduksi kacamata jadi. Perusahaan yang didirikan pada 2016 oleh CEO Jaehyeok Kim dan CTO Jeonghun Ha ini fokus pada komponen optik—bagian terkecil namun paling krusial yang menentukan apakah sebuah kacamata pintar nyaman dipakai atau terasa seperti perangkat VR berat.

“Kami melihat AI glasses sebagai platform berikutnya,” ujar Kim kepada TechCrunch. “Modul optik adalah bagian tersulit yang harus benar karena produsen kacamata AI membutuhkan lensa yang lebih tipis, ringan, dan hemat daya dari yang ada sekarang.”

PinTILT: Solusi untuk Dua Masalah Besar

Teknologi yang dikembangkan LetinAR bernama PinTILT. Alih-alih menyebarkan cahaya ke seluruh permukaan lensa seperti metode waveguide—yang membuat banyak cahaya terbuang dan baterai cepat habis—PinTILT mengarahkan cahaya hanya ke titik yang benar-benar masuk ke mata pengguna.

Perbandingannya seperti TV yang menyala di ruangan gelap: hanya sebagian kecil cahaya yang sampai ke mata Anda, sisanya sia-sia. Metode alternatif bernama birdbath yang memantulkan cahaya langsung ke mata memang lebih efisien, tapi strukturnya terlalu tebal untuk masuk ke bingkai kacamata biasa.

Ha menjelaskan, PinTILT menggabungkan keunggulan keduanya: gambar terang tanpa perlu lensa tebal. Ini menjadi kunci agar kacamata pintar bisa tampil senormal mungkin—seperti kacamata yang Anda pakai sehari-hari.

Investor Baru dan Target IPO 2027

Putaran pendanaan terbaru senilai US$18,5 juta dipimpin oleh Korea Development Bank dan Lotte Ventures, lengan ventura dari raksasa ritel Korea Selatan. Sebelumnya, LG Electronics telah menjadi investor dan kabarnya kini mulai mengembangkan kacamata AI sendiri—tanda bahwa raksasa elektronik itu serius menggarap kategori ini.

Dengan dana segar tersebut, LetinAR membidik IPO di bursa Korea Selatan pada 2027.

Kapan Kacamata Ini Sampai ke Konsumen?

Salah satu aplikasi paling konkret dari teknologi ini adalah helm pintar untuk pengendara motor. Bayangkan panah navigasi melayang di atas jalan saat Anda melaju 160 km/jam—tanpa perlu melirik ponsel atau dashboard. Produk semacam ini disebut akan mulai mengaspal di jalan Eropa tahun ini.

Raksasa teknologi lain juga tidak tinggal diam. Meta telah menjual kacamata Ray-Ban berkemampuan AI sejak 2023. Google membangun platform Android XR, dan Samsung dikabarkan akan meluncurkan kacamata AI buatannya bersama Gentle Monster pada Juli mendatang. Huawei, Alibaba, dan Xiaomi juga ikut bergerak.

Apa Artinya bagi Pasar Kacamata Pintar?

LetinAR memposisikan diri sebagai pemasok komponen, bukan pesaing langsung para raksasa itu. Jika teknologinya terbukti unggul dalam uji coba massal, bukan tidak mungkin lensa PinTILT akan muncul di berbagai merek kacamata pintar dalam beberapa tahun ke depan—termasuk yang mungkin beredar di Indonesia.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top