KEPULAUAN RIAU — RCB menundukkan Gujarat Titans dengan skor 161-5 dalam 18 overs, membalas total 155-8 yang dibuat Gujarat. Kemenangan ini menjadi yang kedua kalinya bagi RCB secara beruntun, setelah musim lalu mereka menjuarai IPL untuk pertama kalinya dalam sejarah 18 tahun klub.
Virat Kohli sekali lagi menjadi bintang lapangan. Kapten non-formal RCB itu mencetak 75 run tidak terkalahkan dari 42 bola, lengkap dengan sembilan four dan tiga six. Puncaknya, ia menyelesaikan pertandingan dengan pukulan six spektakuler ke arah long-on yang disambut gemuruh penonton di stadion.
"Saya bilang ke beberapa pemain, tekanan tahun ini tidak seberat musim lalu," ujar Kohli usai laga. "Kami tahu kemampuan grup ini. Kami memuncaki klasemen. Ada alasan kenapa kami sampai di sini lebih dulu."
Kunci kemenangan RCB justru datang dari lini bowling. Rasikh Salam Dar tampil impresif dengan 3-27, didukung duet veteran Josh Hazlewood dan Bhuvneshwar Kumar yang masing-masing mengemas dua wicket. Hanya Washington Sundar yang mampu memberi perlawanan berarti dengan 50 run tidak terkalahkan.
Jos Buttler, andalan Inggris di Gujarat, hanya mampu mencetak 19 run sebelum terkena stumping. Total Gujarat hanya 155-8 dalam 20 overs, target yang tergolong rendah di final.
Setelah kehilangan Venkatesh Iyer (32 dari 16 bola) dan Devdutt Padikkal berturut-turut, RCB sempat tertekan. Rashid Khan kemudian mengguncang dengan dua wicket dalam satu over — menyingkirkan kapten Rajat Patidar (15) dan Krunal Pandya.
Tapi Kohli tidak goyah. Bersama Tim David (24 run), ia membangun kemitraan kritis 41 run yang mengembalikan momentum. Setelah David pulang, Kohli tetap tenang bersama Jitesh Sharma hingga garis finis.
"Saya sangat senang bermain di grup yang punya keseimbangan dan kekuatan," tambah Kohli. "Kami adalah tim all-round yang kuat. Itulah kenapa kami punya kepercayaan diri seperti sekarang."
Dengan kemenangan ini, RCB mengukuhkan status sebagai salah satu kekuatan dominan IPL modern. Kohli, yang kini berusia 37 tahun dan sudah pensiun dari T20 internasional, membuktikan bahwa performanya di level tertinggi belum pudar.