Pemkab Lingga dan Dispar Kepri Siapkan Langkah Strategis Jadikan Daerah Pusat Wisata Sejarah Melayu

Penulis: Bastian Sihombing  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 18:04:39 WIB
Wakil Bupati Lingga menegaskan pentingnya pengembangan wisata sejarah Melayu secara sinergis.

LINGGA — Potensi besar Kabupaten Lingga sebagai pusat peradaban Melayu akan digarap secara serius oleh pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Wakil Bupati Lingga, Novrizal, menegaskan bahwa kekuatan sejarah dan budaya lokal harus dikemas menjadi produk wisata yang kompetitif.

“Potensi sejarah dan budaya Lingga sangat kuat. Ini perlu dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar mampu menarik wisatawan,” ujar Novrizal dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Daerah Daik Lingga, Selasa (2/6).

Lingga dan Tanjungpinang Jadi Prioritas Utama

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyatakan bahwa pihaknya memprioritaskan Lingga bersama Tanjungpinang sebagai pusat destinasi wisata di wilayah tersebut. Menurutnya, kedua daerah memiliki keterkaitan sejarah dan budaya yang saling melengkapi.

“Pengembangan harus dilakukan secara terencana, menjaga lingkungan, serta melestarikan nilai budaya dan sejarah,” kata Hasan.

Ia menambahkan, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan semata. Aspek keberlanjutan lingkungan dan pelestarian nilai-nilai lokal menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.

Infrastruktur dan SDM Jadi Fokus Garapan

Hasan mendorong Pemerintah Kabupaten Lingga untuk segera menyusun perencanaan jangka panjang. Beberapa sektor yang perlu diperkuat meliputi infrastruktur penunjang, strategi promosi yang tepat sasaran, serta pemberdayaan masyarakat setempat.

Pemprov Kepri sendiri telah menjalankan berbagai program untuk mendorong sektor pariwisata. Mulai dari promosi destinasi hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, pariwisata Lingga diharapkan dapat berkembang sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Potensi sejarah dan budaya yang autentik menjadi modal utama yang perlu dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: rasio.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top