BATAM — Dua sekolah kejuruan negeri baru mulai dibangun di Kota Batam untuk menampung lonjakan calon siswa yang tidak tertampung di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Kepri Ansar Ahmad di lokasi SMKN 13 Batam, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.
Selain di Bengkong, Pemprov Kepri juga membangun SMKN 14 Batam yang berlokasi di Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji. Prosesi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Wali Kota Batam, serta perangkat RT/RW setempat.
Anggaran Rp4,1 Miliar untuk Tahap Awal
SMKN 13 Batam dibangun di atas lahan seluas 7.360 meter persegi dengan anggaran Rp4,1 miliar dari APBD Kepri 2026. Tahap awal mencakup enam ruang kelas, satu ruang praktik siswa, satu ruang kepala sekolah, dan toilet dalam bangunan satu lantai.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung menjelaskan, konstruksi gedung telah dirancang menggunakan pondasi tiga lantai. Ini sebagai antisipasi pengembangan di masa mendatang seiring bertambahnya jumlah siswa.
Kegiatan Belajar Sudah Berjalan dengan 480 Siswa
Meski gedung permanen masih dalam proses pembangunan, kegiatan belajar mengajar di SMKN 13 sudah berlangsung dengan sistem menginduk di SMAN 8 Batam. Saat ini sekolah tersebut telah menampung 480 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar.
Tiga kompetensi keahlian yang dibuka meliputi Teknik Pengelasan, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Teknik Elektronika Industri. Ketiga jurusan ini dipilih untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur dan teknologi yang mendominasi industri Batam.
Target 70 Persen Lulusan SMP Masuk SMK
Gubernur Ansar Ahmad menyebutkan, sekitar 62 persen lulusan SMP di Kepri saat ini memilih melanjutkan ke sekolah kejuruan. Pemerintah menargetkan komposisi pendidikan menengah menjadi 70 persen SMK dan 30 persen SMA ke depan.
"Penambahan dua SMK Negeri ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas sekaligus mengatasi membludaknya jumlah pendaftar pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027," ujar Ansar dalam sambutannya.
Dua SMA negeri di Batam, yakni SMAN 18 Tembesi, Sagulung, dan SMAN 29 Tiban, Sekupang, direncanakan diubah statusnya menjadi SMKN 15 dan SMKN 16. Konversi ini merupakan strategi mencetak lulusan yang siap kerja dan mendukung pertumbuhan investasi di Kepulauan Riau.