KEPULAUAN RIAU — PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan penyelesaian penggalian terowongan jalur arah utara Fase 2A pada Jumat (10/7/2026). Momen breakthrough terjadi ketika Tunnel Boring Machine (TBM) 1 berhasil menembus dinding selatan Stasiun Mangga Besar, menandai tersambungnya seluruh lintasan bawah tanah dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota.
Proyek ini menggunakan tiga mesin bor terowongan yang dibagi berdasarkan paket kontrak. TBM untuk paket CP201 (Bundaran HI Bank Jakarta–Harmoni) dan CP202 (Harmoni–Mangga Besar) telah menyelesaikan tugasnya lebih dulu. TBM pada paket CP203 (Mangga Besar–Kota) menjadi yang terakhir menuntaskan penggalian.
Total panjang terowongan yang berhasil disatukan mencapai 5,8 kilometer. Rute ini akan melayani penumpang dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta yang sudah beroperasi, melewati Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, dan berakhir di Stasiun Kota.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, menegaskan seluruh proses penggalian rampung sesuai target. Ia menyebut pencapaian ini merupakan hasil perencanaan matang dan koordinasi ketat dengan seluruh kontraktor.
"Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal," ujar Weni dalam keterangan resmi.
Pekerjaan bawah tanah di Jakarta memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait kondisi geologi lunak dan kepadatan utilitas di atasnya. Metode penggalian dengan TBM dipilih untuk meminimalkan dampak pada permukaan jalan dan bangunan di sekitar koridor.
Fase 2A akan memperpanjang jalur MRT yang saat ini hanya melayani rute Lebak Bulus–Bundaran HI. Dengan tersambungnya hingga Stasiun Kota, koridor utara-selatan Jakarta akan terintegrasi penuh, memangkas waktu tempuh dari Kota ke Lebak Bulus menjadi sekitar 30 menit.
Bagi pelaku bisnis properti, penyelesaian terowongan ini menjadi sinyal positif. Kawasan Harmoni, Sawah Besar, dan Kota diprediksi mengalami peningkatan nilai tanah dan permintaan hunian vertikal. Stasiun Kota yang terintegrasi dengan transportasi umum lain juga akan menjadi titik transit baru yang strategis.
MRT Jakarta menargetkan fase ini dapat mengangkut hingga 200.000 penumpang per hari setelah beroperasi penuh. Saat ini, pekerjaan konstruksi akan berlanjut ke tahap penyelesaian stasiun, pemasangan rel, dan sistem persinyalan.