BATAM — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan distribusi air bersih yang menjadi keluhan utama warga. Target penyelesaian bertahap ditetapkan pada September tahun ini, seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan untuk menangani banjir.
“Selama tidak ada tugas dinas yang berbenturan serta kondisi kesehatan memungkinkan, saya akan selalu hadir,” ucap Amsakar dalam pertemuan dengan perwakilan warga Kecamatan Batuampar, baru-baru ini.
Ketua RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Batuampar mengapresiasi langkah cepat pemkot dalam menangani berbagai persoalan. Perwakilan warga, Zulkifli Nasution, menyampaikan terima kasih karena wali kota tidak segan turun ke lapangan.
“Kami sangat berterima kasih karena Pak Wali Kota, tidak segan turun ke lapangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” ujar Zulkifli. Ia menambahkan, kepemimpinan Amsakar dan Wakil Wali Kota Li Claudia berhasil menghadirkan solusi cepat, terutama untuk layanan air bersih.
Namun, di balik capaian pembangunan, Amsakar mengakui bahwa tingginya arus migrasi ke Batam memicu tantangan baru. Lonjakan penduduk berdampak langsung pada kebutuhan lahan, air bersih, pasokan listrik, hingga ketersediaan lapangan pekerjaan.
Untuk mengantisipasi dampak migrasi yang tidak terkendali, Pemkot Batam tengah mengkaji penerapan kartu penduduk nonpermanen. “Kami mengkaji penerapan kartu penduduk nonpermanen sebagai bagian dari penataan administrasi lebih terukur,” tambah Amsakar.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan data kependudukan yang lebih akurat, sehingga perencanaan pembangunan, termasuk distribusi air bersih dan listrik, dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Di sisi lain, Amsakar menegaskan bahwa komunikasi erat dengan masyarakat menjadi kunci utama. “Progres ekonomi terus meningkat, angka kemiskinan menurun, serta kunjungan wisatawan terus bertambah selama masa kepemimpinan kami,” jelasnya, sembari memastikan bahwa persoalan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas.
Manajemen Pemkot Batam juga berkomitmen mempercepat penanganan banjir melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan, seiring dengan target penuntasan air bersih pada September mendatang.