Disperindag Batam Perketat Pengawasan Harga dan Stok Pangan, Inflasi Juni Tembus 4,75 Persen

Penulis: Maruli Sinaga  •  Senin, 13 Juli 2026 | 20:04:01 WIB
Petugas Disperindag Batam memeriksa harga dan stok bahan pokok di salah satu pasar tradisional di Batam, Senin (7/7).

BATAM — Pemantauan harga kini dilakukan tiga kali dalam sepekan, sementara pengawasan stok di tingkat distributor digelar dua kali seminggu. Plh Kepala Disperindag Kota Batam Suhar melalui Kepala Bidang Perdagangan Wahyu Daryatin menyatakan bahwa koordinasi dengan distributor terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan barang.

"Kami berkoordinasi dengan distributor terkait ketersediaan stok. Selain itu, tiga kali dalam seminggu kami melakukan pemantauan harga dan dua kali seminggu melakukan pengawasan terhadap stok," kata Wahyu di Batam, Senin.

Stok Aman hingga Akhir Tahun, Cabai Masih Jadi Pemicu Inflasi

Hasil pemantauan menunjukkan stok komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula masih aman hingga akhir tahun. Namun, kenaikan harga masih terjadi pada beberapa komoditas, terutama cabai, yang turut mendorong inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Batam pada Juni 2026 mencapai 4,75 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,91. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 6,60 persen, sementara transportasi melonjak 7,60 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tercatat naik 5,84 persen, dan perawatan pribadi serta jasa lainnya melesat 11,35 persen.

Pasar Murah Bersubsidi: 25 Ribu Paket untuk Jaga Daya Beli

Untuk meredam dampak inflasi, Disperindag Batam menggelar program pasar murah bersubsidi sebanyak 25 ribu paket. Setiap paket berisi beras premium 10 kilogram, gula pasir satu kilogram, dan tepung terigu dua kilogram. Nilai paket mencapai Rp200 ribu, tetapi dijual ke masyarakat dengan harga tebus Rp100 ribu.

"Kalau kami tidak bisa menurunkan harga di pasar, setidaknya kami membantu masyarakat agar harga dan stok kebutuhan pokok tetap terjaga, dan juga melalui program pasar murah bersubsidi," ujar Wahyu.

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Batam dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Wahyu menambahkan bahwa langkah intervensi ini diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi yang cukup tinggi.

"Sedikit banyak program ini bisa membantu masyarakat di tengah tingginya inflasi yang sekarang melanda Kota Batam," pungkasnya.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top