Mario Aji dan Veda Ega Tak Pasang Target, Fokus Nikmati Balapan di MotoGP Mandalika 2026

Penulis: Maruli Sinaga  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 01:02:31 WIB
Mario Aji dan Veda Ega Pratama berfoto bersama saat konferensi pers jelang MotoGP Mandalika 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

KEPULAUAN RIAU — Mario Aji dan Veda Ega Pratama sama-sama akan turun membela Idemitsu Honda Team Asia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kesempatan tampil sebagai tuan rumah menjadi motivasi tersendiri, namun keduanya enggan terjebak tekanan target hasil akhir.

Nikmati Setiap Sesi, Bukan Kejar Posisi

Mario Suryo Aji menegaskan bahwa pendekatan mental menjadi kunci utama persiapannya. Pembalap asal Magetan itu percaya bahwa tekanan justru bisa mengganggu kecepatan di lintasan.

"Target pasti ada, cuman target utamanya adalah fokus dan bersenang-senang sepanjang akhir pekan karena itu bisa mempengaruhi kecepatan kami di atas motor," ujar Mario dalam diskusi dengan awak media di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Veda Ega Pratama, yang akan menjalani balapan Moto3 perdananya di Mandalika, memilih sikap serupa. "Ini balapan pertama saya di Mandalika di Moto3. Saya akan melakukan yang terbaik, apalagi kami menjadi tuan rumah. Mohon doa dan dukungannya," kata Veda.

Latihan Awal di Mandalika Jadi Keuntungan

Mario menilai kesempatan menjalani latihan lebih awal di Sirkuit Mandalika menjadi modal berharga. Ia menyebut kebiasaan pembalap Eropa yang kerap berlatih di sirkuit kandang mereka sebelum balapan.

"Ini bisa jadi keuntungan buat kami berdua. Rival-rival di luar juga sering latihan di sirkuit mereka masing-masing. Jadi kami ingin punya gambaran dan simulasi sebelum race weekend," jelasnya.

Bagi Veda, sensasi kembali ke Mandalika terasa berbeda. Terakhir kali ia membalap di sirkuit ini pada ajang Asia Talent Cup 2024. Kini, ia harus beradaptasi dengan karakter motor Moto3 yang memiliki performa sangat berbeda.

Angin Pesisir dan Dukungan Penuh Penyelenggara

Veda mengingat satu tantangan khas Sirkuit Mandalika yang tak bisa dianggap remeh: embusan angin dari pesisir yang kerap berubah arah secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa mengubah karakter pengereman dan akselerasi di setiap tikungan.

Chairman MotoGP Indonesia, Troy Warokka, memastikan pihaknya memberikan dukungan penuh kepada kedua pembalap. "Kami memberikan dukungan penuh kepada pembalap Indonesia untuk mendapatkan hasil terbaik. Mau latihan satu hari, dua hari, atau lebih, kami bebaskan sesuai kebutuhan tim," ujar Troy.

Ia optimistis kehadiran Mario dan Veda bisa menjadi magnet tersendiri bagi penonton. Dukungan langsung dari publik Indonesia diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi kedua pembalap untuk tampil kompetitif dan mengharumkan nama bangsa di kandang sendiri.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: news.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top