BATAM — Peletakan batu pertama pembangunan SMKN 13 Batam dilakukan pada Senin (13/7/2026) di Jalan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong. Acara itu dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta unsur Forkopimda dan masyarakat setempat.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa penyediaan lahan oleh BP Batam merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Batam dan Kepulauan Riau sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan vokasi.
SMKN 13 Batam dirancang untuk membuka tiga program keahlian utama yang dibutuhkan dunia usaha, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan, Elektronika Industri, serta Teknik Pengelasan. Dengan kapasitas awal 350 siswa, sekolah ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja di Batam.
“Pendidikan adalah jalan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Amsakar dalam sambutannya.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menilai penambahan sekolah vokasi sangat penting untuk memperkuat ekosistem penyediaan tenaga kerja siap kerja di Batam yang terus berkembang sebagai kawasan industri. Ia juga mengapresiasi langkah BP Batam yang mempercepat penyediaan lahan bagi pembangunan sekolah.
“Negara yang memiliki kemajuan teknologi dan sumber daya manusia unggul akan menjadi negara yang kuat,” kata Ansar.
Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjadikan penguatan pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Selain pembangunan SMKN 13, sejumlah program pendukung juga disiapkan, antara lain pemberian seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, bantuan bagi pelajar di wilayah hinterland, serta kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Kehadiran SMKN 13 Batam tidak hanya menambah kapasitas pendidikan menengah kejuruan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan industri. Amsakar menilai daya saing daerah tidak hanya bergantung pada investasi, tetapi juga pada kesiapan tenaga kerja.
Dengan penambahan sekolah ini, pemerintah berharap hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri semakin erat, sehingga lulusan SMKN 13 memiliki kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja dan mampu meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan industri nasional.