BATAM — Tanjak yang disematkan di kepala Dirintelkam Polda Kepri tidak hanya menutup kepala. Ia adalah pesan bahwa setiap pemimpin yang datang ke tanah Melayu diterima sebagai bagian dari keluarga besar. Udin Pelor, Panglima Gagak Hitam dan tokoh masyarakat, menegaskan bahwa tradisi ini sudah lama menjadi cara orang Melayu menunjukkan rasa hormat tanpa kehilangan martabat.
Menurut Udin, penyematan tanjak mengandung doa agar pejabat yang baru bertugas senantiasa diberi kebijaksanaan. “Selamat datang dan selamat bertugas di Bumi Melayu Kepulauan Riau. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam mengemban amanah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).
Ia menambahkan, tradisi itu juga mencerminkan harapan agar hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat penegak hukum terus terjalin. “Kami siap mendukung serta bersinergi dengan Polda Kepri untuk bersama-sama menjaga keamanan, persatuan, dan ketenteraman masyarakat,” lanjutnya.
Udin menekankan bahwa kerja sama antara tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan jajaran Polda Kepri merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Dengan komunikasi yang erat, berbagai tantangan di tengah masyarakat diyakini bisa dihadapi bersama.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia menjadi ajang memperkuat stabilitas daerah yang menjadi fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bumi Melayu. Udin berharap sinergi ini terus terjaga seiring upaya melestarikan nilai-nilai budaya Melayu yang menjadi identitas Kepulauan Riau.
Silaturahmi seperti ini direncanakan berlanjut secara berkala. Udin menyebut, ke depan akan ada kegiatan bersama antara LPM Tanjung Riau dan Polda Kepri dalam program sosial dan keamanan lingkungan. “Kami ingin tanjak yang disematkan hari ini menjadi simbol nyata bahwa masyarakat dan polisi adalah saudara,” pungkasnya.