KEPULAUAN RIAU — Penurunan harga BBM nonsubsidi terbesar terjadi pada segmen diesel. Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, atau sekitar 15,3 persen. Dexlite juga ikut turun dari Rp23.000 ke Rp19.700 per liter. Di kompetitor, BP Ultimate Diesel dan Shell V-Power Diesel sama-sama dipatok Rp21.340 per liter, turun dari sebelumnya Rp25.060 dan Rp24.490.
Untuk bensin nonsubsidi, Pertamax Turbo (RON 98) menjadi satu-satunya produk Pertamina yang turun pada awal Juli — dari Rp20.750 ke Rp19.300. Sementara Pertamax (RON 92) masih Rp16.250 dan Pertamax Green 95 di Rp17.000 per liter. Di sisi lain, BBM bersubsidi Pertalite dan Biosolar tidak tersentuh penyesuaian, masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
BP-AKR belum mengubah harga BP 92 (Rp16.670) dan BP Ultimate (Rp17.240) setelah penurunan diesel pada awal bulan. Shell juga diam: hanya Shell V-Power Diesel yang diumumkan di Rp21.340, sedangkan Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ belum dirilis daftar terbarunya. Vivo mempertahankan Revvo 92 di Rp16.670 dan Revvo 95 di Rp17.240, termasuk Diesel Primus di Rp21.340.
Masyarakat masih bisa mengisi BBM dengan tarif yang sama seperti awal Juli hingga akhir bulan. Jadwal penyesuaian harga selanjutnya, menurut mekanisme yang berjalan, diperkirakan pada 1 Agustus 2026.