TANJUNGPINANG — Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura melakukan inspeksi mendadak ke dua proyek strategis milik pemerintah daerah yang tengah berjalan, Rabu (2/9/2026). Lokasi pertama yang dituju adalah RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), menyusul Masjid Raya Nur Ilahi di kawasan Dompak.
Kedua proyek tersebut menyerap anggaran signifikan dari kas daerah tahun 2026. Peningkatan fasilitas di RSUD RAT dialokasikan dana sebesar Rp 19,98 miliar yang bersumber dari pinjaman daerah, sementara renovasi Masjid Raya Nur Ilahi memiliki nilai kontrak Rp 15,96 miliar dari APBD Kepri.
Peninjauan di RSUD RAT difokuskan pada kepatuhan pengerjaan fisik terhadap standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Wagub Nyanyang menegaskan bahwa kualitas sarana menjadi prioritas utama dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Kepri.
“Saat ini harus sesuai dengan standar yang diberikan dari Kementerian Kesehatan. Harapan kami semua bisa berjalan dengan lancar. Makanya kita tingkatkan kualitas,” ujar Nyanyang di lokasi.
Pekerjaan fisik rumah sakit yang telah berjalan hampir enam bulan sejak 3 Juli tersebut menyasar lima item utama interior. Ruang lingkupnya meliputi penggantian plafon, renovasi toilet di lantai 1 hingga 9, perbaikan lantai ramp dan teras lobi, serta pembaruan menyeluruh sistem pendingin udara.
Lantai satu menjadi titik pekerjaan terbesar dengan serapan anggaran mencapai hampir 50 persen dari total nilai proyek. Porsi dana tersebut digunakan untuk pemasangan unit dan instalasi AC sentral baru yang menggantikan sistem lama.
Sementara itu, sistem pendingin berteknologi Variable Refrigerant Flow (VRF) di lantai 5 hingga 8 juga tengah diremajakan secara total. Manajemen rumah sakit menerapkan sistem buka-tutup ruangan secara bergilir selama proses renovasi agar pelayanan terhadap pasien tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Di lokasi berbeda, Wagub Kepri juga memeriksa progres renovasi Masjid Raya Nur Ilahi di Dompak. Proyek yang dimulai sejak 19 Juni 2026 itu memiliki masa pengerjaan 195 hari kalender.
Sejumlah bagian masjid tengah diperbaiki, mencakup pengecatan dinding luar dan menara, penambahan kanopi di pelataran, serta perbaikan atap dan kubah dengan pelapisan enamel. Nyanyang menginstruksikan Dinas PUPP Kepri untuk melakukan pengawasan optimal terhadap kualitas material yang digunakan.
“Kita ingin pengerjaan ini benar-benar sesuai dengan desain dan rencana awal. Kualitas bahan dan material juga harus dipastikan sesuai kontrak, sehingga hasil renovasi dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Nyanyang turut mengingatkan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan harus diimbangi dengan pola hidup sehat masyarakat. Ia mendorong warga memanfaatkan ruang publik seperti jogging track di kawasan Gurindam 12 dan Tugu Sirih untuk berolahraga rutin.
“Permasalahan kesehatan itu kalau kita tidak bisa jaga dari sekarang, preventif kita, mau sehat atau tidaknya tergantung pola hidup kita. Salah satunya dengan olahraga, kedua dalam pola makan,” pesannya.
Ia menambahkan, renovasi Masjid Raya Nur Ilahi diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan beribadah, tetapi juga memperkuat statusnya sebagai salah satu ikon Pulau Dompak dan kebanggaan warga Tanjungpinang serta Kepulauan Riau.