KEPULAUAN RIAU — Pernahkah Anda melihat orang yang justru menikmati saat menuangkan bahan bakar atau berdiri dekat pompa SPBU? Reaksi semacam itu sebenarnya wajar. Bau khas bensin memang bisa memicu respons menyenangkan yang tidak dimiliki semua orang.
Alasan pertama berakar pada memori. Aroma punya kaitan kuat dengan bagian otak yang mengatur emosi dan penyimpanan ingatan. Fenomena ini dikenal sebagai Proust phenomenon, ketika sebuah bau tertentu tiba-tiba membawa seseorang pada kenangan lama.
Untuk bensin, kenangan tersebut sering berasal dari masa kanak-kanak. Misalnya saat ikut orang tua bepergian naik mobil, belajar mengendarai motor, atau membantu memotong rumput dengan mesin berbahan bakar bensin.
Momen itulah yang membuat bau bensin diasosiasikan dengan masa yang lebih sederhana dan menyenangkan. Ketika bau itu muncul lagi saat mengisi BBM, otak tidak hanya menangkap molekul kimia, tetapi juga membangkitkan potongan kenangan.
Di balik aroma yang kuat itu terdapat senyawa bernama benzena. Mengutip laman Discover, benzena berperan meningkatkan kadar oktan sehingga pembakaran bahan bakar lebih efisien. Senyawa ini juga sangat mudah dikenali hidung, bahkan dalam konsentrasi yang sangat kecil.
Benzena tidak sendirian. Kandungan hidrokarbon lain dalam bensin juga turut membentuk bau kompleks yang menjadi ciri khasnya. Namun benzena yang paling dominan melekat di ingatan penciuman manusia.
Selain nostalgia, benzena juga memiliki sifat menekan sistem saraf. Menghirupnya secara singkat dapat memberi sensasi ringan seperti sedikit buzz atau perasaan melayang. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang merasa "nikmat" saat mencium bensin.
Sayangnya, sensasi tersebut bersifat menipu. Paparan pelarut seperti benzena secara rutin justru membawa risiko kesehatan yang serius. Gangguan keseimbangan, kerusakan ginjal, hingga demensia dilaporkan bisa muncul akibat kebiasaan menghirup uap bensin dalam jangka panjang.
Jangan pernah sengaja menarik napas dalam-dalam di dekat mulut pompa atau menghirup bensin dari jeriken. Bau yang terasa nyaman tidak berarti aman. Cukup nikmati dalam kadar sewajarnya—seperti saat mengisi tangki kendaraan—dan pastikan sirkulasi udara cukup agar uapnya tidak bertahan di sekitar wajah.