TANJUNGPINANG — Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq menyatakan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap pasokan beras dan Minyakita guna mencegah kelangkaan di pasaran. Pengawasan itu menyasar seluruh wilayah penyaluran di Kepri, termasuk daerah kepulauan yang selama ini bergantung pada pasokan dari Tanjungpinang.
Cadangan beras yang dikelola Bulog saat ini tercatat 600 ton. Sementara 3.000 ton tambahan masih dalam perjalanan menuju gudang Bulog Tanjungpinang.
Menurut Arief, tambahan pasokan tidak tiba dalam satu waktu. Pengiriman dilakukan bertahap agar penyerapan di gudang tetap terkendali dan distribusi ke kabupaten/kota berjalan lancar.
“Untuk pengelolaan stok cadangan beras kita saat ini sebanyak 600 ton dan ada dalam perjalanan sebanyak 3000 ton, masuk secara bertahap, dan minyakita juga, jadi estimasi kita untuk ketahanan stok akhir tahun terpenuhi,” ucap Arief.
Pernyataan itu disampaikan di Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, yang menjadi titik utama pengelolaan logistik pangan di wilayah tersebut.
Penyaluran beras pemerintah diarahkan ke sejumlah wilayah di Kepri, dengan Natuna, Anambas, dan Lingga masuk dalam daftar tujuan. Ketiga daerah dikenal memiliki tantangan distribusi tersendiri karena posisinya yang terpisah oleh laut.
Arief menyebut kemasan dan pemanfaatan beras disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Penyesuaian itu penting agar pasokan tidak menumpuk di satu titik sementara wilayah lain kekurangan.
Untuk wilayah kepulauan, pengiriman biasanya mempertimbangkan jadwal kapal dan kondisi cuaca. Faktor itu memengaruhi kecepatan barang sampai ke gudang tujuan.
Selain beras, Bulog Cabang Tanjungpinang memastikan pasokan Minyakita tetap tersedia bagi masyarakat hingga akhir tahun. Pengawasan dilakukan untuk mencegah kelangkaan yang bisa memicu lonjakan harga di tingkat pengecer.
Minyakita merupakan minyak goreng kemasan sederhana yang dijual dengan harga eceran tertinggi sesuai ketentuan pemerintah. Ketersediaannya kerap menjadi perhatian warga, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Dengan stok beras 600 ton ditambah 3.000 ton yang menyusul, Bulog Tanjungpinang menargetkan ketahanan pangan Kepri tetap terjaga hingga tutup tahun. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan dipastikan cukup.