KEPULAUAN RIAU — Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Agoes Projosasmito menambah kepemilikan saham lewat dua transaksi pembelian pada Senin (26/10), dengan total 5,9 juta saham. Nilai dana yang dikeluarkan untuk aksi korporasi tersebut mencapai sekitar Rp 2,49 miliar, menurut keterbukaan informasi perseroan.
Pembelian pertama mencakup 2,36 juta saham BRMS pada harga Rp 424 per saham. Transaksi kedua menyusul dengan 3,54 juta saham di level Rp 422 per saham, masih di hari yang sama. Setelah dua pembelian itu, porsi hak suara Agoes di BRMS tercatat bertambah menjadi 0,08%.
Langkah tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, Agoes memborong 5,5 juta saham perseroan pada Kamis (22/10), juga lewat dua transaksi terpisah dengan nilai sekitar Rp 2,46 miliar.
Rincian Dua Transaksi Pembelian Saham BRMS
Pada pembelian 22 Oktober, transaksi pertama mencakup 3,3 juta saham di harga Rp 448 per saham. Transaksi kedua menyusul 2,2 juta saham di level Rp 446 per saham. Total empat pembelian berturut-turut membuat kepemilikan Agoes kini berada di kisaran 11.402.300 saham.
- 26 Oktober: 2,36 juta saham di Rp 424 per saham
- 26 Oktober: 3,54 juta saham di Rp 422 per saham
- 22 Oktober: 3,3 juta saham di Rp 448 per saham
- 22 Oktober: 2,2 juta saham di Rp 446 per saham
Harga BRMS Berbalik Melemah di Tengah Aksi Borong
Di pasar saham, pergerakan harga BRMS terpantau fluktuatif pada perdagangan Selasa (27/10). Saham BRMS sempat menguat 0,47% atau naik 2 poin ke level Rp 428 per saham saat pembukaan. Namun pada pukul 11.22 WIB, harga berbalik melemah 2,82% atau turun 12 poin ke level Rp 414 per saham.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah tren pembelian yang dilakukan sang presiden direktur. Harga Rp 414 per saham pada Selasa pagi berada di bawah level pembelian terakhir Agoes di Rp 422 per saham.
Siapa Pemegang Saham Utama BRMS
Berdasarkan data kepemilikan saham per 30 September 2026, Emirates Tarian Global Ventures SPC menjadi pemegang saham utama BRMS dengan porsi 25,10%. GLAS Trust menyusul dengan 7,61% saham, sedangkan Sugiman Halim menguasai 7,45%.
Porsi Agoes sebesar 0,08% menempatkannya sebagai pemegang saham dengan kepemilikan jauh lebih kecil dibanding tiga pemegang saham utama tersebut. Meski demikian, aksi borong berulang dari jajaran direksi kerap dibaca pelaku pasar sebagai sinyal keyakinan terhadap prospek perseroan.
Apa Artinya bagi Investor Ritel
Pembelian saham oleh direksi umumnya menjadi sinyal positif jangka pendek, terutama jika dilakukan secara berturut-turut dalam jumlah signifikan. Namun investor perlu mencermati bahwa nilai transaksi Agoes, sekitar Rp 2,49 miliar, relatif kecil dibanding kapitalisasi pasar BRMS secara keseluruhan.
Kepemilikan 0,08% juga menunjukkan aksi ini lebih bersifat penambahan porsi pribadi ketimbang pergeseran struktur pengendali perseroan. Investor disarankan tetap memantau laporan keuangan kuartalan BRMS dan perkembangan harga komoditas mineral yang menjadi lini bisnis utama emiten ini sebelum mengambil keputusan.