Pencarian

IHSG Diprediksi Mixed Pekan Ini, Uji Resistance 5.540 Saat Investor Wait and See The Fed

Senin, 26 Oktober 2026 • 09:08:31 WIB
IHSG Diprediksi Mixed Pekan Ini, Uji Resistance 5.540 Saat Investor Wait and See The Fed
Pergerakan IHSG pada pekan ini diproyeksikan bervariasi dengan peluang menguji resistance 5.500–5.540.

KEPULAUAN RIAU — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak bervariasi dengan peluang menguji resistance 5.500–5.540 pada perdagangan 26–30 Oktober 2026. Laju indeks ditopang rilis laporan keuangan emiten big caps dan solidnya transaksi investor domestik, di tengah sikap wait and see pasar global terhadap arah kebijakan The Fed.

Proyeksi tersebut disampaikan Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, dalam keterangan resminya. Menurut David, pelaku pasar global saat ini memilih memantau arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) sebelum mengambil posisi lebih agresif.

Selain The Fed, perhatian pasar global juga tertuju pada perkembangan negosiasi geopolitik yang berimbas pada stabilitas harga energi dunia. Dua faktor eksternal itu menjadi penentu besar arah arus modal ke pasar emerging, termasuk Indonesia.

The Fed dan Geopolitik Jadi Penentu Arah Pasar Global

Ketidakpastian arah suku bunga AS membuat investor global menahan diri. Posisi wait and see ini lazim terjadi menjelang keputusan moneter yang bisa mengubah imbal hasil obligasi dan daya tarik aset berisiko.

Di sisi lain, negosiasi geopolitik yang memengaruhi harga energi menambah lapisan risiko bagi pasar. Gejolak harga minyak dunia kerap berdampak langsung ke inflasi dan neraca fiskal negara importir energi seperti Indonesia.

Laporan Keuangan Big Caps Jadi Katalis Utama Domestik

Dari dalam negeri, David menyebut perhatian utama tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal ketiga (Q3-2026) dari emiten-emiten berkapitalisasi besar. Kinerja big caps dinilai menjadi penopang kredibilitas pasar di tengah tekanan eksternal.

"Sementara itu dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal ketiga (Q3-2026) dari emiten-emiten big caps yang diharapkan dapat menopang kredibilitas pasar," ujar David.

Rilis kinerja emiten besar menjadi sinyal penting bagi investor institusi. Laba yang tumbuh solid bisa menahan laju aksi jual asing dan menjaga indeks bertahan di zona hijau.

Arus Transaksi Domestik Menjaga Indeks

Selain laporan keuangan, solidnya arus transaksi investor domestik disebut menjadi penopang tambahan. Partisipasi investor lokal yang kuat membantu menyerap tekanan jual dari pasar global.

Kombinasi katalis domestik dan eksternal itu membuat IHSG diperkirakan bergerak mixed. Indeks berpeluang menguji rentang resistance 5.500 hingga 5.540 sepanjang pekan, dengan volatilitas yang masih terkendali.

Apa Artinya bagi Investor

Bagi investor, pekan ini menuntut selektivitas lebih tinggi. Saham big caps dengan rekam jejak laba kuat layak dicermati seiring rilis Q3-2026, sementara sentimen The Fed dan harga energi tetap perlu dipantau sebagai risiko utama.

Posisi wait and see bukan berarti pasar tanpa peluang. Selama arus transaksi domestik bertahan, indeks punya bantalan untuk bergerak di rentang terbatas sambil menunggu kejelasan arah kebijakan global.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks