BATAM — Rencana awal Pemkot Batam hanya membangun tiga ruang kelas baru melalui APBD 2027. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan menyampaikan hal itu kepada Amsakar lewat sambungan telepon saat peninjauan berlangsung. Amsakar menilai angka tersebut belum cukup.
Pihak sekolah dan orang tua siswa sebelumnya mengusulkan penambahan 10 ruang kelas. Dari usulan itu, Amsakar meminta minimal lima ruang kelas bisa diwujudkan lebih dulu.
Mengapa Jadwal 4 Sif Dianggap Tidak Efektif
Keterbatasan ruang kelas memaksa SDN 013 Sekupang membagi siswa ke dalam empat sif belajar. Pembagian itu dikeluhkan orang tua karena jam belajar anak dinilai tidak ideal dan membebani keluarga dalam mengatur waktu.
“Kita ingin proses belajar mengajar berjalan ideal dan nyaman bagi anak-anak. Jika ditambah minimal lima kelas, setidaknya sif belajar bisa dipangkas dari empat sif menjadi dua sif saja,” ujar Amsakar di lokasi.
Penambahan ruang kelas di sekolah tersebut diharapkan mengurangi kepadatan jadwal sehingga siswa memperoleh waktu belajar yang lebih ideal.
Drainase dan Jalan Depan Sekolah Ikut Diperiksa
Selain ruang belajar, Amsakar memeriksa kondisi jalan dan saluran drainase di depan sekolah. Dinas teknis terkait diminta segera menindaklanjuti persoalan infrastruktur itu demi kenyamanan dan keselamatan warga sekolah.
Peninjauan SDN 013 Sekupang dilakukan Amsakar seusai meresmikan pembangunan semenisasi dan pengaspalan jalan utama di Perumahan Taman Victoria. Dari lokasi itu ia langsung menuju sekolah untuk melihat kondisi fasilitas belajar.
Lapangan Voli Warga Minta Dirapikan
Kunjungan berlanjut ke fasilitas umum berupa lapangan bola voli yang dipakai warga setempat. Amsakar meminta Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam merapikan fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Batam merespons kebutuhan masyarakat, terutama peningkatan sarana pendidikan di kawasan Sekupang.