TANJUNGPINANG — Wisuda ke-9 TPQ se-Kota Tanjungpinang tahun ini diikuti 1.000 santri dari berbagai lembaga pendidikan Alquran. Kegiatan yang digelar di Hotel CK tersebut disejalankan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah hadir langsung dalam acara itu. Menurutnya, keberhasilan pendidikan agama tidak diukur dari lancarnya bacaan, melainkan dari perilaku anak sehari-hari.
Jujur, Disiplin, dan Hormat kepada Orang Tua Jadi Ukuran Keberhasilan
Lis menyebut sejumlah sikap yang menjadi cerminan keberhasilan pendidikan agama pada anak. Di antaranya jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menghormati orang tua dan guru.
"Alquran jangan hanya dibaca, tetapi harus dipahami dan diamalkan. Nilai-nilainya harus tercermin dalam sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menghormati orang tua dan guru," tegas Lis.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang diwisuda. Pencapaian itu diharapkan menjadi motivasi untuk terus menuntut ilmu dan memperdalam pemahaman agama.
Peran Guru dan Orang Tua Dinilai Saling Melengkapi
Dalam kesempatan yang sama, Lis menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidik dan orang tua. Pembentukan karakter anak, katanya, membutuhkan ketekunan guru serta dukungan keluarga.
"Pendidikan Alquran membutuhkan ketekunan para pendidik dan dukungan orang tua. Sinergi ini harus terus dijaga agar nilai-nilai agama tertanam kuat sejak dini," ujarnya.
Sinergi itu dinilai menjadi kunci agar ajaran Alquran benar-benar menjadi pedoman hidup para santri, bukan sekadar hafalan yang berhenti di ruang kelas.
Kemenag Tanjungpinang Turut Hadir, Soroti Peran TPQ
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang Ali Busro turut menghadiri wisuda tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan Alquran dan pembinaan generasi muda.
Kehadiran Kemenag bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam acara ini mencerminkan pentingnya sinergi lintas pihak. Lembaga TPQ disebut berperan besar dalam mengenalkan Alquran kepada anak-anak sejak dini.
Bagi para santri, wisuda ini diharapkan tidak sekadar menandai selesainya satu tahap pembelajaran. Acara tersebut menjadi awal untuk terus belajar, memperkuat keimanan, dan menerapkan akhlak mulia di tengah masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, lembaga pendidikan Alquran, dan orang tua, pembinaan generasi Qurani di Kota Tanjungpinang diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.