KEPULAUAN RIAU — Indeks Dow Jones Industrial Average ikut ditutup di zona hijau, tumbuh 150,37 poin atau 0,29% ke posisi 52.658,64. Investor mulai mengalihkan dana dari saham semikonduktor ke emiten teknologi berkapitalisasi besar atau yang kerap disebut saham mega-cap.
Rotasi Dana dari Semikonduktor ke Saham Teknologi Raksasa
Amazon dan Alphabet masing-masing melonjak sekitar 3%, sementara Microsoft naik hampir 3%. Apple menjadi primadona dengan kenaikan 4% yang membawanya ke rekor harga saham tertinggi sepanjang masa.
Di sisi lain, saham sektor semikonduktor justru tertekan. Micron Technology anjlok 8%, Lam Research dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing turun sekitar 3%, dan Intel ambles lebih dari 4%. ETF VanEck Semiconductor (SMH) ikut melemah lebih dari 1%.
Data Inflasi Produsen dan Komentar The Fed Jadi Katalis
Pemicu utama penguatan adalah data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS yang turun 0,3% secara bulanan pada Juni. Angka ini berlawanan dengan proyeksi ekonom yang memperkirakan tidak ada perubahan. Secara tahunan, inflasi produsen tercatat sebesar 5,5%.
Data PPI tersebut melengkapi laporan indeks harga konsumen (IHK) yang dirilis sehari sebelumnya, yang juga menunjukkan inflasi lebih rendah dari perkiraan. Kedua data itu memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve tidak perlu menaikkan suku bunga secara agresif tahun ini.
Presiden Federal Reserve New York John Williams menilai inflasi kemungkinan telah mencapai puncaknya dan diperkirakan mulai melandai dalam beberapa kuartal mendatang.
Pasar Mulai Menurunkan Proyeksi Kenaikan Suku Bunga
Optimisme pasar sedikit terkikis oleh pernyataan Kepala Global Investment Decision Research SimCorp, Melissa Brown. Ia menilai data inflasi terbaru belum menghapus kemungkinan kenaikan suku bunga, mengingat laju inflasi masih jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%.
"Pasar saat ini mungkin bereaksi berlebihan terhadap satu berita, baik ke arah mana pun," ucap Brown dikutip CNBC International, Kamis (16/7).
Meski peluang kenaikan suku bunga pada rapat Juli terus menyusut, berdasarkan FedWatch Tool CME, pasar masih memperkirakan bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga menjelang akhir tahun. Pelaku pasar memperkirakan peluang hampir 60% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 hingga 50 basis poin pada rapat Oktober.