KEPULAUAN RIAU — Sheffield Wednesday resmi memecat pelatih kepala Henrik Pedersen setelah kurang dari 15 bulan menjabat. Keputusan klub League One itu menyusul dua kekalahan dalam lima hari, terakhir 0-2 dari Doncaster Rovers di laga derby South Yorkshire.
Kekalahan di Keepmoat Stadium menjadi laga terakhir Pedersen bersama Sheffield Wednesday. Dua gol Doncaster Rovers yang tercipta dalam 17 menit pertama memicu suara ketidakpuasan suporter The Owls, yang menuntut pelatih berusia 48 tahun itu mundur.
Posisi Pedersen sebenarnya sudah goyah setelah kekalahan 0-2 di markas Notts County pada Selasa. Dalam enam laga terakhir di League One, Sheffield Wednesday hanya meraih satu kemenangan dan gagal mencetak gol di empat pertandingan di antaranya.
Sheffield Wednesday bergerak cepat dengan menunjuk Matt Hamshaw sebagai pelatih interim. Hamshaw sendiri sempat dipecat Rotherham United setelah kurang dari setahun menangani klub itu musim lalu, sebelum bergabung ke staf kepelatihan Wednesday pada Agustus.
Direktur Olahraga Sheffield Wednesday, Simon Wilson, menyebut klub sudah memperkirakan awal musim akan berjalan sulit. Namun manajemen menilai Pedersen belum mampu menghadirkan gaya permainan yang dikenali dan konsistensi performa yang diharapkan.
"Meskipun kami telah mengumpulkan poin, kami belum melihat kemajuan yang cukup di area-area tersebut," kata Wilson dalam pernyataan resmi klub.
"Kami percaya melakukan perubahan sekarang memberi kami peluang terbaik untuk membangun fondasi itu, menuju paruh kedua musim dan seterusnya."
Dalam pernyataannya, Sheffield Wednesday menyebut Pedersen telah memberikan "stabilitas dan kepemimpinan" selama periode luar biasa dalam sejarah klub. Penilaian itu merujuk pada kondisi klub yang diterpa badai sanksi dan masalah kepemilikan.
Pedersen semula merupakan asisten Danny Rohl sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala dengan kontrak dua tahun. Ia mengambil alih 12 hari sebelum musim lalu bergulir, setelah Rohl hengkang atas kesepakatan bersama.
Musim pertamanya berjalan berat. Sheffield Wednesday terdegradasi paling cepat dalam sejarah EFL setelah mendapat pengurangan 18 poin akibat pelanggaran regulasi oleh pemilik sebelumnya, Dejphon Chansiri. Klub menutup musim dengan hanya dua kemenangan, 32 kekalahan, dan selisih gol minus 60 di Championship.
Musim ini Sheffield Wednesday sempat menunjukkan tanda kebangkitan. Pedersen memenangkan empat dari lima laga liga pertamanya, termasuk kemenangan 7-2 atas Bromley. Namun performa The Owls kembali menurun dan kini mereka berada di posisi kedelapan sebelum menjamu Cambridge United, tim peringkat keenam, pada Selasa.
Usai kekalahan dari Doncaster, Pedersen mengaku mendengar nyanyian suporter yang menuntut dirinya pergi. Ia menyatakan ikut merasakan kekecewaan yang sama.
"Saya terluka seperti mereka terluka," ujar Pedersen kepada BBC Radio Sheffield.
"Setelah nol poin dari dua pertandingan, saya tidak senang... tidak ada yang senang. Saya yakin kami bisa bangkit dan menjalani musim yang kuat."
Keyakinan itu tak pernah terwujud. Manajemen Sheffield Wednesday memilih jalur berbeda, dan Hamshaw kini mendapat tugas mendesak membenahi tim sebelum jarak dengan zona promosi makin melebar.