BINTAN — Dukungan LAZNAS BMH Kepri terhadap PORSEMA 2026 diwujudkan sebagai upaya memberi ruang bagi santri dan pelajar madrasah mengasah bakat, kreativitas, serta kemampuan berkompetisi secara sehat. Lembaga amil zakat nasional itu memandang prestasi tidak cukup dibangun di ruang kelas, tetapi juga lewat arena perlombaan.
PORSEMA 2026 mempertandingkan 10 cabang perlombaan yang terbagi dalam kategori seni dan olahraga. Pada kategori seni, peserta mengikuti Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, Tilawatil Qur'an, Tahfidz Al-Qur'an, dan lomba puisi.
Sementara kategori olahraga menghadirkan cabang voli, sepak takraw, tenis meja, catur, serta lari 100 meter. Komposisi itu membuat ajang tahunan ini tidak hanya menguji kemampuan keagamaan, tetapi juga kebugaran dan ketangkasan siswa.
LAZNAS BMH Kepri menempatkan PORSEMA sebagai sarana mempererat silaturahmi antarmadrasah di Kabupaten Bintan. Nilai-nilai yang ditanamkan lewat kompetisi mencakup kejujuran, kedisiplinan, kebersamaan, dan sportivitas.
Melalui dukungan tersebut, LAZNAS BMH Kepri berharap PORSEMA 2026 dapat menjadi wadah lahirnya generasi muslim yang berprestasi, berkarakter Islami, serta memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dukungan terhadap PORSEMA menjadi penanda bahwa pembinaan generasi muda tidak berhenti pada capaian akademik dan keagamaan. Ruang bagi bakat seni dan olahraga dinilai sama pentingnya dalam membentuk pelajar madrasah yang utuh.
Bagi madrasah di Kabupaten Bintan, gelaran ini menjadi momentum tahunan untuk mengukur pembinaan ekstrakurikuler sekaligus memetakan siswa yang layak didorong ke kompetisi tingkat provinsi.