Pencarian

Huzrin Hood Luncurkan Buku 70 Tahun Perjuangan, Rekam Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri

Minggu, 01 November 2026 • 06:32:01 WIB
Huzrin Hood Luncurkan Buku 70 Tahun Perjuangan, Rekam Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri
Peluncuran buku "Ketika Langkah Menjadi Sejarah" karya Huzrin Hood digelar di Tanjungpinang pada Jumat (30/10/2026) malam.

TANJUNGPINANG — Buku setebal perjalanan tujuh dekade itu diluncurkan pada Jumat (30/10/2026) malam, tiga hari setelah Huzrin genap berusia 70 tahun. Buku tersebut merekam kiprah Huzrin dalam dinamika pembangunan daerah, termasuk perannya sebagai salah satu tokoh utama dalam sejarah pemerintahan Kepri.

Huzrin pernah menjabat sebagai Bupati Kepulauan Riau periode 2000–2003. Posisi itu membuatnya terlibat langsung dalam proses pembentukan Provinsi Kepri yang dimekarkan dari Riau.

Alasan Huzrin Sempat Malu Bukunya Diabadikan

Huzrin mengaku sempat merasa haru sekaligus malu ketika mengetahui perjalanan hidupnya akan diabadikan dalam sebuah buku biografi. Ia menegaskan buku tersebut bukan untuk mengagungkan sosok dirinya.

"Saya bukanlah manusia yang sempurna. Saya pernah benar, tetapi juga pernah salah. Pernah berdiri tegak, tetapi pernah pula jatuh dan harus bangkit kembali. Pernah mendapatkan pujian, tetapi tidak sedikit pula menerima kritik, cercaan, bahkan menghadapi berbagai ujian dan cobaan," ungkap Huzrin.

Ia berharap buku itu dibaca sebagai rekaman perjalanan dan pembelajaran. "Buku ini janganlah dipandang sebagai sebuah buku untuk mengagungkan seorang Huzrin Hood. Saya berharap buku ini justru dibaca sebagai catatan perjalanan seorang anak yang mencoba memberikan arti bagi hidupnya, bagi tanah kelahirannya, bagi masyarakatnya, dan bagi masa depan negeri yang dicintainya," katanya.

Makna Judul: Sejarah Tak Hanya Ditulis Para Pemenang

Menurut Huzrin, judul "Ketika Langkah Menjadi Sejarah" punya makna mendalam. Sebuah langkah yang tampak sederhana saat dilakukan bisa memiliki arti besar seiring perjalanan waktu.

"Dalam perjalanan itu, saya belajar bahwa sejarah tidak selalu ditulis oleh mereka yang menang. Sejarah juga ditulis oleh mereka yang berani berdiri ketika keadaan mengharuskannya untuk berdiri," tuturnya.

Pesan filosofis Melayu juga tertulis pada sampul belakang buku. "Orang Melayu mengajarkan, 'kalau takut dilambung ombak, jangan berumah di tepi pantai.' Begitulah saya memandang perjuangan. Selama Allah masih memberi napas, langkah tidak boleh berhenti. Maju adalah pilihan, berbuat adalah kewajiban, dan berhenti berarti kehilangan makna kehidupan," demikian pesan Huzrin.

Testimoni Tokoh Nasional hingga Gubernur Kepri

Buku tersebut memuat testimoni sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono, Ustaz Abdul Somad, mantan Danjen Kopassus Muchdi PR, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Guru Besar Universitas Batam Soerya Respationo, mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, serta mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan Nurdin Basirun.

Dinas Kebudayaan Kepri: Dokumentasi Memori Kolektif

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri Herry Andrianto menilai buku ini bukan sekadar catatan perjalanan hidup seorang tokoh selama tujuh dekade. Buku tersebut menjadi dokumentasi sejarah perjuangan dan pembentukan Provinsi Kepri.

"Dalam perspektif kebudayaan, perjalanan hidup dan perjuangan para tokoh daerah merupakan bagian dari memori kolektif yang perlu dijaga, didokumentasikan, serta diwariskan kepada generasi penerus," ujarnya.

Menurut Herry, sejarah tidak hanya berbicara tentang peristiwa masa lalu, tetapi juga merekam nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat pengabdian yang membentuk jati diri suatu daerah. "Merawat sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjaga nilai perjuangan agar tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi masa depan," katanya.

Apresiasi DPRD Kepri dan Perilisan Album 14 Lagu

Anggota DPRD Kepri asal Tanjungpinang, Bobby Jayanto, menilai buku biografi tersebut menjadi catatan penting tentang perjalanan, perjuangan, dan pengabdian Huzrin Hood bagi masyarakat serta Provinsi Kepri.

"Semoga buku ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan hidup, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus untuk terus berkarya, berjuang, serta memberikan pengabdian terbaik bagi daerah dan bangsa," kata Bobby.

Di akhir refleksinya, Huzrin menyampaikan terima kasih kepada keluarga, sahabat, para pejuang, rekan seperjalanan, tokoh masyarakat, generasi muda, serta semua pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan hidupnya dan penerbitan buku tersebut. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan perilisan album musik bertajuk "The Best of Huzrin Hood" yang berisi 14 lagu.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: riaukepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks