TANJUNGPINANG — Sebanyak 30 cabang olahraga akan dipertandingkan dalam Porprov Kepri VI 2026, dan di balik setiap pertandingan yang sengit, Dewan Hakim menjadi jalur terakhir penyelesaian persoalan. Buralimar menegaskan bahwa lembaganya tidak menentukan pemenang sejak awal, melainkan memeriksa keberatan yang tidak lagi bisa diselesaikan di tingkat pertandingan.
Mekanisme itu bukan langkah pertama. Setiap persoalan mesti lebih dulu ditangani wasit, juri, dan perangkat teknis di masing-masing cabang. Dewan Hakim baru turun tangan ketika keberatan tetap diajukan setelah jalur tersebut ditempuh.
Mengapa Dewan Hakim Baru Turun di Tahap Akhir
"Dewan Hakim itu pada tahap akhir, kalau tidak bisa diselesaikan di tingkat pertandingan, baru dibawa ke Dewan Hakim," ujar Buralimar di Tanjungpinang, Rabu (28/10/2026).
Urutan penyelesaian itu menjaga kompetisi tetap tertib. Perbedaan penilaian dan keberatan terhadap keputusan memang bisa muncul, terutama saat persaingan memanas dan hasil akhir menentukan peluang medali.
Porprov bukan hanya ajang mengukur kemampuan atlet. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembuktian hasil pembinaan olahraga tiap kabupaten dan kota, sehingga setiap pertandingan punya arti tersendiri bagi atlet maupun kontingen.
Bela Diri dan Kontak Fisik Penuh Jadi Fokus Pengawasan
Dari puluhan cabang yang dilombakan, Buralimar menaruh perhatian khusus pada cabang bela diri. Pada olahraga dengan kontak fisik penuh, penilaian juri terhadap teknik dan gerakan membuat potensi perbedaan persepsi lebih besar.
"Cabang olahraga yang paling krusial itu bela diri atau full body contact, penilaiannya bisa relatif, sehingga kami akan memberi perhatian ke sana," katanya.
Cabang lain tidak serta-merta bebas dari potensi sengketa. Semifinal dan final biasanya berlangsung dengan tekanan lebih tinggi karena menentukan langkah atlet menuju podium juara. Di fase itu profesionalisme wasit dan juri diuji.
Bukti dan Rekaman Video Jadi Rujukan Pemeriksaan
Jika atlet atau kontingen mengajukan keberatan, Dewan Hakim menelaah persoalan dengan merujuk pada peraturan pertandingan serta bukti yang tersedia. Pemeriksaan dapat mencakup keterangan saksi dan rekaman video bila diperlukan.
Keputusan tidak didasarkan pada pendapat salah satu pihak, tetapi melalui pemeriksaan fakta dan ketentuan yang berlaku. Pendekatan ini menjaga kepercayaan seluruh kontingen terhadap penyelenggaraan Porprov.
Sebelum bertugas, Dewan Hakim akan berkoordinasi dan menyamakan persepsi. Langkah tersebut diperlukan agar setiap pihak memahami batas kewenangan dan mekanisme penyelesaian sengketa, sehingga persoalan ditangani terarah tanpa menimbulkan kebingungan di tengah kompetisi.
Jadwal Tugas dan Rangkaian Pertandingan
Dewan Hakim dijadwalkan bertugas mulai 29 Oktober hingga 9 November 2026, mengikuti rangkaian pertandingan Porprov Kepri VI di Tanjungpinang. Sejumlah pertandingan dijadwalkan berlangsung sebelum seremoni pembukaan resmi.
Dengan sekitar 30 cabang olahraga yang dilombakan, koordinasi antarpihak menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga kelancaran penyelenggaraan. Bagi Dewan Hakim, kesiapan tidak hanya soal memahami regulasi, tetapi juga memastikan setiap keberatan diperiksa cermat tanpa mengabaikan hak pihak yang mengajukan.