BPBD Kepri Gelar Rakor Lintas Sektor, Petakan Titik Rawan Banjir hingga Gelombang Tinggi di 7 Kabupaten/Kota

Penulis: Topan Lubis  •  Rabu, 04 November 2026 | 06:31:02 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kepri Aludin Andi memimpin rakor lintas sektor kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Tanjungpinang.

TANJUNGPIANG — Kepala Pelaksana BPBD Kepri Aludin Andi menyatakan rakor digelar untuk menyatukan langkah seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana selama puncak musim hujan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci karena penanggulangan bencana tidak bisa dikerjakan satu instansi saja.

Pemprov Kepri melibatkan Forkopimda dan instansi vertikal dalam rakor tersebut. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Karakteristik Kepulauan Jadi Tantangan Sendiri

Aludin menyebut kondisi geografis Kepri sebagai wilayah kepulauan memunculkan tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan bencana. Sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, gelombang tinggi, hingga cuaca ekstrem.

"Melalui rapat ini, kita ingin memperkuat koordinasi, komunikasi dan sinergi lintas sektor agar seluruh unsur memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kepri," kata Andi usai rakor.

Dia menegaskan penanganan bencana butuh komitmen dan keterlibatan seluruh pihak agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat dan tepat.

Titik Rawan Dipetakan dari Kajian Risiko Tiap Daerah

Dalam rakor juga dibahas titik-titik rawan bencana hidrometeorologi sesuai peta kajian risiko bencana di tiap kabupaten/kota se-Kepri. Pemerintah daerah menelaah tren bencana tahun-tahun sebelumnya untuk meningkatkan langkah mitigasi bersama semua pemangku kepentingan.

Langkah itu diharapkan membuat masing-masing instansi lebih siap dan siaga terhadap risiko bencana di wilayah Kepri. Pemetaan dilakukan agar respons tidak lagi bergantung pada satu lembaga saja.

Pusdalops Baru Perkuat Pemantauan Operasi

BPBD Kepri meresmikan Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada kegiatan yang sama. Fasilitas itu memperkuat fungsi pemantauan, pengumpulan informasi, koordinasi, serta pengendalian operasi penanggulangan bencana daerah.

Keberadaan Pusdalops melengkapi kesiapan personel dan koordinasi yang sudah dibangun lewat rakor lintas sektor. Informasi cuaca dan pergerakan bencana diharapkan lebih cepat sampai ke instansi pengambil keputusan.

Warga Pesisir dan Perkotaan Diminta Waspada

BPBD Kepri mengimbau masyarakat selalu waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG menyusul masuknya musim hujan serta perubahan cuaca ekstrem. Warga yang tinggal di kawasan perkotaan hingga pesisir diingatkan tidak membuang sampah sembarangan.

Sampah yang menumpuk berisiko memicu banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Imbauan itu menyasar permukiman padat maupun kawasan pesisir yang selama ini jadi langganan genangan.

"Intinya, kita harus selalu waspada dan saling peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam upaya mengantisipasi terjadinya bencana," ucap Andi.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top