Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menambah jumlah kategori penghargaan dalam ajang Indonesia Mining Services (IMS) Awards yang akan digelar di Bali pada 22–23 Mei 2026. Langkah ini bertujuan merangkul seluruh ekosistem industri pendukung demi memperkuat sinergi dan keberlanjutan sektor pertambangan nasional. Penghargaan bergengsi tersebut menjadi tolok ukur profesionalisme bagi para pelaku usaha jasa tambang di tanah air.
Penyelenggaraan IMS Awards kali ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan. Ketua Umum ASPINDO, Ari Sutrisno, menegaskan bahwa perluasan kategori dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk industri pendukung, dapat terlibat aktif. Sinergi antara perusahaan inti jasa pertambangan dengan sektor penunjang dianggap krusial untuk menjaga daya saing industri di level nasional.
Dorong Transformasi dan Efisiensi Operasional
Ari menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi perusahaan yang mampu menjaga kinerja positif dan menghadirkan inovasi di tengah tantangan industri. Melalui ajang ini, pelaku usaha didorong untuk terus melakukan transformasi, terutama dalam penerapan teknologi dan peningkatan efisiensi di lapangan.
"IMS Awards bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk apresiasi bagi perusahaan jasa pertambangan yang mampu menunjukkan kinerja, inovasi, dan komitmen terhadap praktik pertambangan yang profesional dan berkelanjutan," ujar Ari Sutrisno pada Jumat (8/5).
Pihak asosiasi berharap motivasi yang muncul dari penghargaan ini dapat meningkatkan standar operasional dan keselamatan kerja secara menyeluruh. Dengan melibatkan anggota maupun non-anggota ASPINDO, ekosistem jasa pertambangan diharapkan menjadi lebih solid dalam mendukung target industri tambang nasional.
Standar Penilaian Independen Mantan Dirjen Minerba
Kredibilitas penghargaan ini dijaga melalui proses penilaian yang ketat dan independen. Ketua Dewan Juri IMS Awards, Bambang Setiawan, menyatakan bahwa aspek penilaian mencakup kinerja operasional, inovasi, hingga komitmen perusahaan terhadap praktik berkelanjutan. Standar keselamatan dan efisiensi menjadi poin krusial yang tidak bisa ditawar.
"Kami ingin IMS Awards menjadi benchmark bagi industri jasa pertambangan sehingga perusahaan terus terdorong untuk meningkatkan kualitas dan profesionalismenya," kata Bambang yang juga merupakan mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM.
Objektivitas dan transparansi menjadi prioritas dewan juri guna memastikan piala diberikan kepada perusahaan yang benar-benar menunjukkan performa terbaik di bidangnya. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan jasa tambang secara kolektif di Indonesia.
Rangkaian Kegiatan dan 15 Kategori Penghargaan
Ajang yang bekerja sama dengan Majalah TAMBANG ini merupakan bagian dari Temu Tahunan Jasa Pertambangan (TTJP) 2026. Selain malam penganugerahan, panitia telah menyiapkan rangkaian kegiatan fisik dan diskusi. Agenda dimulai dengan fun bike dan seminar pada Jumat pagi, kemudian ditutup dengan turnamen fun golf di New Kuta Golf pada Sabtu.
Terdapat 15 bidang penghargaan yang akan diperebutkan oleh para pelaku usaha, antara lain:
- Penyelidikan Umum dan Eksplorasi
- Studi Kelayakan Teknis Pertambangan
- Konstruksi Pertambangan
- Pengangkutan dan Penambangan
- Peledakan, Reklamasi, dan Pascatambang
- Keselamatan Operasi dan Perlindungan Lingkungan
- Sosial Pertambangan
- Penyewaan Alat Berat dan Jasa Surveyor
- Pemasok Suku Cadang dan Layanan Purna Jual
- Penyediaan Bahan Bakar dan Pelumas
Informasi lebih lanjut mengenai detail kepesertaan dan kriteria teknis dapat diakses melalui laman resmi ttjpaspindo.com. Kehadiran IMS Awards di Bali diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan profesionalisme jasa pertambangan nasional tahun depan.