Pencarian

SPPG Bunguran Timur Laut di Natuna Kembali Beroperasi Setelah Dua Hari Terhenti Akibat Anggaran Terlambat

Kamis, 11 Juni 2026 • 03:19:01 WIB
SPPG Bunguran Timur Laut di Natuna Kembali Beroperasi Setelah Dua Hari Terhenti Akibat Anggaran Terlambat
SPPG Bunguran Timur Laut di Natuna kembali beroperasi setelah dua hari terhenti akibat keterlambatan anggaran.

NATUNA — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunguran Timur Laut di Kabupaten Natuna akhirnya mengepul lagi, Rabu (10/6). Aktivitas memasak dan distribusi makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat terhenti total selama dua hari karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum turun.

Anggaran Baru Cair Senin Malam, Bahan Baku Butuh Waktu

Kepala SPPG Bunguran Timur Laut, Shintia Dwi Oktavianti, mengungkapkan bahwa dana operasional baru diterima pada Senin (8/6) pukul 18.15 WIB. Dengan waktu yang sangat terbatas, pihaknya tidak bisa langsung menggelar produksi keesokan harinya.

"Dana baru diterima pada Senin pukul 18.15 WIB. Dengan waktu yang sangat terbatas, distribusi belum dapat dilakukan pada Selasa karena kami masih harus melakukan pengadaan bahan baku, seperti ayam, buah-buahan, dan sayuran," ujar Shintia.

Ketersediaan bahan baku menjadi faktor krusial. SPPG harus memastikan pasokan ayam, buah, dan sayur tidak hanya cukup jumlahnya, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang ditetapkan sebelum makanan didistribusikan ke penerima manfaat.

Keputusan Operasional Kembali Lewat Koordinasi

Keputusan untuk memulai kembali operasional pada Rabu diambil setelah melalui koordinasi dan pembahasan antara Shintia dengan koordinator wilayah BGN Kabupaten Natuna, Lutshia Widi Febiana. Proses pengadaan bahan baku yang memakan waktu menjadi pertimbangan utama sebelum layanan dinyatakan siap.

"Hari ini sudah beroperasi kembali. Untuk Senin dan Selasa SPPG berhenti sementara," kata Lutshia Widi Febiana saat dikonfirmasi dari Natuna, Rabu.

Gangguan Distribusi MBG, Apa Dampaknya ke Warga?

Vakumnya operasional SPPG selama dua hari berarti tidak ada makanan bergizi yang diproduksi dan dikirim ke penerima program MBG di wilayah Bunguran Timur Laut. Meski demikian, Shintia memastikan bahwa begitu bahan baku tersedia dan layanan aktif kembali, distribusi akan berjalan normal tanpa pengurangan porsi.

Kejadian ini menyoroti kerentanan rantai pasok program MBG di daerah terluar seperti Natuna. Ketergantungan pada satu sumber pendanaan membuat operasional dapur SPPG bisa lumpuh total jika terjadi keterlambatan pencairan anggaran. Belum ada pernyataan resmi dari BGN pusat mengenai mekanisme antisipasi agar insiden serupa tidak terulang.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks