Pencarian

Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026, Pengguna Terpaksa Beralih ke Pertalite

Kamis, 11 Juni 2026 • 05:47:31 WIB
Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026, Pengguna Terpaksa Beralih ke Pertalite
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 diberlakukan di SPBU Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — Kenaikan harga Pertamax yang diumumkan resmi berlaku per 10 Juni 2026 membuat penggunanya di SPBU harus berpikir ulang. Sebelumnya, BBM dengan oktan 92 itu dibanderol Rp 12.300 per liter. Kini, harganya melonjak menjadi Rp 16.250 per liter, naik Rp 3.950 dalam satu waktu.

Selisih harga yang semakin lebar dengan Pertalite—kini mencapai Rp 6.250 per liter—menjadi alasan utama perpindahan. Salah seorang pengguna bernama Arif mengaku kaget dengan perubahan yang terjadi tiba-tiba. "Dengan tiba-tiba baru naik tadi malam, kaget sih saya sebagai karyawan swasta sebagai warga biasa yang di mana setiap hari menggunakan Pertamax jadi terpaksa harus pindah ke Pertalite karena mungkin harganya signifikan untuk kenaikannya," ucap Arif saat ditemui di SPBU Pertamina, dikutip dari detikOto.

Dilema Pengguna: Antara Performa Mesin dan Biaya Harian

Tidak semua pengguna langsung beralih total. Fitri, pengguna Pertamax lainnya, mengaku akan menggunakan Pertalite secara bergantian. "Ya ganti-gantian (Pertamax-Pertalite) lah, karena kan motor butuh bensin yang ini (Pertamax) sih biar awet," ujar dia. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran umum bahwa penggunaan BBM dengan oktan lebih rendah secara terus-menerus bisa memengaruhi keawetan mesin, terutama pada kendaraan yang dirancang untuk RON 92.

Di sisi lain, ada juga pengguna yang memilih tetap setia. Kevin, misalnya, tidak berniat mengganti bahan bakar motornya meski harganya naik signifikan. "Nggak sih (beralih ke Pertalite) soalnya kan oktannya juga lebih jelek, jadi kaya masih tetap di Pertamax walaupun kaget juga sih BBM ini langsung naik begitu aja tanpa ada pemberitahuan apa-apa," ujar dia.

Alasan Resmi Pertamina: Formula Harga dan Keberlangsungan Bisnis

Menanggapi reaksi konsumen, Corporate Secretary Pertamina Patria Niaga, Roberth MV Dumatubun, memberikan penjelasan resmi. Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi ini mengikuti regulasi yang berlaku. "Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangan resminya.

Menurut Roberth, langkah ini merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat. Artinya, kenaikan ini adalah mekanisme pasar yang sudah diperhitungkan, bukan keputusan sepihak tanpa dasar.

Kenaikan harga Pertamax ini menjadi pengingat bagi pemilik kendaraan untuk selalu mengecek rekomendasi RON dari pabrikan. Menggunakan BBM dengan oktan lebih rendah dari spesifikasi mesin memang bisa menghemat pengeluaran harian, namun berpotensi menimbulkan knocking atau penurunan performa dalam jangka panjang. Sebaliknya, memaksakan diri tetap menggunakan Pertamax dengan harga baru berarti harus siap dengan tambahan biaya operasional bulanan yang tidak sedikit.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks