KEPULAUAN RIAU — Laifen T1 Pro adalah contoh sempurna dari produk yang tampilannya jauh lebih meyakinkan dibandingkan fungsi utamanya. Dibanderol sekitar 129 dolar AS (sekitar Rp 2,1 juta) di Amerika Serikat, alat cukur ini mengusung desain unibodi aluminium hasil CNC yang kokoh dan terasa premium di tangan. Kemasan dan aksesorinya pun dibuat rapi, persis seperti gaya khas Apple.
Sayangnya, begitu digunakan untuk mencukur, masalah mulai terlihat. Dalam pengujian selama beberapa pekan, T1 Pro gagal memberikan hasil cukur yang bersih dan nyaman. Alih-alih memotong bersih, foil dan trimmer-nya sering menarik helai rambut, menyebabkan rasa perih dan iritasi pada kulit.
Hal yang Disukai: Desain dan Fitur Pendukung
Dari segi fisik, T1 Pro layak mendapat nilai tinggi. Bodi aluminiumnya ringan, hanya 93 gram, sehingga mudah dikendalikan di area rahang dan sekitar bibir. Kepala cukur yang menempel secara magnetis terasa futuristis dan sangat memudahkan pembersihan—cukup bilas di bawah air keran karena sudah bersertifikasi IPX7 (tahan air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit).
Fitur modern lainnya juga hadir: pengisian daya USB-C, mode pesawat untuk mencegah tombol menyala di dalam tas, dan baterai tahan 120 menit yang bisa bertahan berminggu-minggu. "Setiap kali membuka tutup kecil di bagian bawah untuk mengakses port USB-C, saya merasa senang karena tutupnya pas dan mudah dilepas," tulis pengulas dalam laporannya.
Hal yang Kurang: Kinerja Cukur yang Menyakitkan
Inilah titik lemah utama T1 Pro. Dengan bulu wajah yang cenderung kasar dan kebiasaan mencukur dua kali seminggu, alat ini tidak mampu memberikan hasil cukur yang memuaskan. "Alih-alih memotong bersih, alat ini sering menarik rambut, membuat setiap kali cukur terasa tidak nyaman," demikian catatan pengujian.
Bahkan setelah beberapa kali usapan, masih ada sisa janggut yang tidak terpotong. Pengulas mengaku harus kembali menggunakan Philips OneBlade miliknya untuk merapikan area yang terlewat. Ukuran T1 Pro yang ringkas juga membuat proses mencukur seluruh wajah memakan waktu lebih lama dibandingkan alat cukur foil berukuran besar.
Performa Nyata: Skor 1 dari 5
Dalam sistem penilaian, performa cukur T1 Pro hanya mendapat skor 1/5. Sementara desain mendapat 4/5, nilai keseluruhan produk anjlok karena fungsi utama—mencukur—tidak berjalan baik. "Jika saya harus membawa alat cukur kedua untuk menyelesaikan pekerjaan, maka bodi premium dan fitur-fitur canggih itu hanya menjadi pengalih perhatian yang mahal," tulis pengulas.
Baterai yang tahan lama memang menjadi nilai tambah, tapi tidak cukup untuk menutupi kegagalan inti produk ini.
Kesimpulan: Untuk Siapa T1 Pro Cocok?
Laifen T1 Pro hanya cocok untuk Anda yang mengutamakan estetika dan tidak terlalu peduli dengan hasil cukur yang bersih. Jika Anda memiliki bulu wajah tipis dan kulit tidak sensitif, produk ini mungkin masih bisa dipakai—meski tetap tidak optimal.
Sebaliknya, jika Anda memiliki kulit sensitif atau bulu wajah kasar dan tebal, jauhi T1 Pro. Sebagai alternatif, Philips OneBlade 360 menawarkan pencukuran yang lebih lembut dan ramah di kantong. Untuk performa terbaik di kelas premium, Braun Series 9 Pro masih menjadi pilihan utama—meski harganya jauh lebih tinggi.
Laifen T1 Pro pertama kali diulas pada Juli 2026 dan menunjukkan bahwa desain cantik saja tidak cukup untuk alat cukur yang baik.