BINTAN — Program Sekolah Lansia Kasih Ibu di Desa Sebong Lagoi kembali meluluskan 34 lansia pada Sabtu (25/7). Mereka adalah angkatan kedua dari sekolah nonformal yang digagas Pemerintah Kabupaten Bintan melalui semangat "Bintan Bergerak Ramah Lansia". Tahun lalu, 60 lansia telah lebih dulu diwisuda, sehingga total lulusan program ini mencapai 94 orang.
Kurikulum yang Mengisi Hari Tua dengan Manfaat
Selama tiga bulan, para peserta belajar dalam 12 kali pertemuan. Materinya meliputi keagamaan, keterampilan praktis, pengetahuan kesehatan, aktivitas fisik, dan studi rekreasi. Tidak ada ujian tertulis; yang dinilai adalah keaktifan dan semangat mengikuti setiap sesi. Program ini dirancang agar lansia tetap produktif dan bersilaturahmi.
Ronny Kartika, Sekda Bintan, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya. "Selamat, Atok dan Nenek yang hari ini diwisuda. Kami bangga sekaligus bahagia, melihat semangat Atok Nenek semua yang begitu antusias mengikuti pendidikan di Sekolah Lansia. Isi dari semua kegiatannya juga positif, ditambah lagi Atok Nenek bisa saling bersilahturahmi satu sama lain," ungkapnya.
Haru di Balik Toga: Mimpi Sekolah yang Tertunda
Beberapa lansia mengaku sangat terharu bisa mengikuti program ini. Sebab, sepanjang hidupnya mereka tidak pernah menginjakkan kaki di bangku sekolah formal. Momen wisuda menjadi penegas bahwa usia bukan halangan untuk belajar. Suasana haru kian terasa saat anak, cucu, dan keluarga berkumpul menyaksikan prosesi.
Ratusan keluarga dan kerabat memadati halaman Kantor Desa Sebong Lagoi. Mereka menyaksikan para atok dan nenek berjalan mengenakan toga dan selempang. Tepuk tangan dan senyum bahagia menghiasi acara yang ditutup dengan sesi foto bersama.
Keberlanjutan Program dan Harapan Pemkab Bintan
Ronny berharap program Sekolah Lansia yang mulai berdiri di setiap kelurahan dan desa ini bisa terus berlanjut. "Ini wadah mengisi hari tua dengan kegiatan penuh manfaat secara berkesinambungan," ujarnya. Pemkab Bintan menargetkan agar semakin banyak lansia di wilayahnya yang bisa merasakan pendidikan nonformal serupa, sejalan dengan visi daerah ramah lansia.
Sekolah Lansia Kasih Ibu menjadi bukti bahwa inovasi sosial bisa hadir di tingkat desa. Para lansia tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga komunitas dan kebahagiaan di masa senja.