Pencarian

Kantor SAR Natuna Gandeng Kemenag dan Disdikbud, Materi Keselamatan Masuk Kurikulum RA Hingga MA

Rabu, 29 Juli 2026 • 14:57:01 WIB
Kantor SAR Natuna Gandeng Kemenag dan Disdikbud, Materi Keselamatan Masuk Kurikulum RA Hingga MA
Kantor SAR Natuna menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kemenag dan Disdikbud untuk mengintegrasikan materi keselamatan ke dalam kurikulum RA hingga MA.

NATUNA — Dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah ditandatangani di Aula Kantor SAR Natuna, Jalan H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, pada Selasa (28/7/2026). Perjanjian ini menjadi payung hukum bagi integrasi edukasi pencarian dan pertolongan ke dalam kurikulum pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) dan sekolah menengah.

Mengapa Edukasi SAR Dimulai dari Bangku Sekolah?

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menegaskan bahwa pembekalan pengetahuan dasar keselamatan harus dimulai sedini mungkin. Menurutnya, Natuna dan Kepulauan Anambas sebagai wilayah kepulauan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai kondisi darurat, baik di darat maupun di laut.

"Jika sejak dini mereka telah dibekali pengetahuan dasar SAR, maka ketika menghadapi kondisi darurat mereka tidak mudah panik dan dapat menjadi penolong pertama bagi diri sendiri maupun orang lain," ujar Abdul Rahman.

Kolaborasi Tiga Instansi untuk Satu Tujuan

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Fokus utamanya adalah membentuk karakter sadar SAR melalui edukasi terstruktur dan pelatihan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Abdul Rahman menambahkan, Kantor SAR Natuna selama ini telah menjalankan program SAR Goes to School. Kegiatan itu mencakup sosialisasi, diseminasi, dan pelatihan keselamatan bagi satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Kami ingin membangun budaya sadar keselamatan sejak dini. Edukasi kepada anak-anak merupakan investasi jangka panjang agar mereka memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan dan mampu bertindak tepat ketika menghadapi situasi darurat," jelasnya.

Target: Generasi Muda Tangguh di Wilayah Rawan

Melalui penandatanganan PKS ini, Abdul Rahman berharap upaya membangun budaya sadar keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab Kantor SAR Natuna semata. Ia mendorong gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

"Dengan kolaborasi ini, kami berharap lahir generasi muda yang tangguh, memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan, serta siap menghadapi berbagai kondisi darurat di masa depan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: bursakota.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks