Pencarian

Menkes Budi Janji Lengkapi Alat Kesehatan RSUD Embung Fatimah Batam untuk Tangani Stroke dan Jantung Hingga 2028

Jumat, 28 Agustus 2026 • 18:23:32 WIB
Menkes Budi Janji Lengkapi Alat Kesehatan RSUD Embung Fatimah Batam untuk Tangani Stroke dan Jantung Hingga 2028
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau kesiapan layanan RSUD Embung Fatimah di Batam, Jumat.

Kementerian Kesehatan berkomitmen melengkapi sarana dan prasarana RSUD Embung Fatimah di Batam, Kepulauan Riau, secara bertahap hingga 2028 untuk memperkuat layanan penanganan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pengadaan alat seperti CT scan dan cath lab akan direalisasikan sesuai kebutuhan rumah sakit agar pasien tidak perlu dirujuk ke luar daerah.

BATAM — Pemerintah pusat memastikan RSUD Embung Fatimah di Batam akan menjadi salah satu prioritas penguatan layanan kesehatan di Kepulauan Riau. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan alat kesehatan diberikan bertahap, seiring masuknya proposal yang telah diajukan rumah sakit ke Kemenkes.

"Nanti akan dikasih (peralatan kesehatan) karena sudah masuk juga proposal di Kemenkes. CT scan sudah masuk satu, nanti bertahap sampai tahun 2027-2028 akan masuk," kata Budi Gunadi saat meninjau rumah sakit di Batam, Jumat.

CT Scan Hingga Cath Lab untuk Layanan Stroke

Langkah pertama yang sudah terealisasi adalah pengadaan CT scan. Setelah itu, Kemenkes berencana melengkapi RSUD Embung Fatimah dengan cath lab, perangkat penting untuk penanganan penyakit stroke dan jantung secara menyeluruh.

"Sesudah punya CT scan, dia harus bisa punya cath lab. Mudah-mudahan itu bisa tetap terealisasi, sehingga teman-teman bisa melakukan layanan penanganan stroke ini dengan lebih baik," ujar Menkes.

Dengan kelengkapan tersebut, Menkes menargetkan sebagian besar pasien stroke di Batam dan sekitarnya bisa ditangani langsung di RSUD Embung Fatimah. "Harapan saya kalau bisa 80-90 persen orang penanganan stroke berhenti di sini, ditangani dengan baik dan bisa pulang kembali," tambahnya.

Dukungan Mikroskop Bedah untuk Operasi Saraf

Penguatan fasilitas tidak hanya menyasar alat diagnostik. Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Embung Fatimah, Andi Nugraha Sendjaja, mengungkapkan kebutuhan alat operasi juga menjadi perhatian Kemenkes.

Menurutnya, sekitar 50 persen kebutuhan peralatan medis untuk bedah saraf sudah tersedia di rumah sakit. "Sejauh ini rumah sakit kita sudah mendapatkan CT scan dan beberapa alat medis untuk operasi. Itu sekitar 50 persennya kita sudah ada," katanya.

Salah satu alat yang paling dibutuhkan adalah mikroskop khusus bedah. Andi menyebut kesepakatan dengan Kemenkes telah dicapai untuk pengadaan alat tersebut. "Tadi pak Menkes ada juga menawarkan alat endoskopi. Tapi untuk mikroskop ini tadi sudah deal, akan dibantu 100 persen dari kementerian," ujarnya.

Keberadaan mikroskop dan endoskopi dinilai akan memperkuat kemampuan RSUD Embung Fatimah dalam menangani kasus bedah saraf yang selama ini kerap dirujuk ke rumah sakit di luar Kepri.

Penilaian Menkes: Salah Satu RSUD Paling Bersih

Di sela peninjauan, Budi Gunadi Sadikin juga memberikan apresiasi terhadap kondisi fisik dan pengelolaan RSUD Embung Fatimah. Ia menilai rumah sakit ini memiliki standar kebersihan dan kerapian yang baik dibandingkan fasilitas kesehatan daerah lain.

"Bagus, bersih. Saya sudah lihat kota-kota lain, ini salah satu gedung RSUD kabupaten/kota yang paling bersih yang saya pernah lihat," kata Menkes.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi pengelola rumah sakit dan Pemkot Batam dalam upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Riau.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks