Pencarian

BP Batam Pastikan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Selesai 2028, Target Putus Rantai Kemiskinan

Minggu, 02 Agustus 2026 • 15:57:31 WIB
BP Batam Pastikan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Selesai 2028, Target Putus Rantai Kemiskinan
Ratusan anak asli Rempang dan Galang mengikuti sosialisasi rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Pulau Rempang.

BATAM — Ratusan anak asli Rempang dan Galang mendapat pemaparan langsung mengenai rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih yang akan berdiri di Pulau Rempang. Sosialisasi ini digelar BP Batam bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional dan jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa sekolah ini merupakan bagian dari upaya merancang sumber daya manusia unggul di wilayah hinterland. Ia menyebut anak-anak Rempang harus diberi motivasi untuk mengawal masa depan Kota Batam.

"Hari ini kami ingin memberi pemahaman tentang Sekolah Terintegrasi Merah Putih, karena sekolah ini akan segera dibangun di Rempang. Sekolah ini merupakan upaya kami untuk merancang SDM unggul di wilayah hinterland," kata Amsakar di Batam, Minggu.

Fasilitas Lengkap dari Asrama Hingga Kolam Renang

Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto memaparkan bahwa sekolah ini tidak hanya menyediakan gedung kelas. Rencananya, akan ada asrama bagi murid, area olahraga berupa lapangan sepak bola, basket, kolam renang, perpustakaan, serta fasilitas ibadah masjid dan gereja.

"Nanti akan ada asrama, jadi murid akan memiliki tempat tinggal di area sekolah. Lalu ada area olahraga yang meliputi lapangan sepak bola, basket dan kolam renang. Akan ada perpustakaan, serta fasilitas ibadah masjid dan gereja," ujar Mouris.

Pendidikan Vokasi Jadi Bekal Anak Prasejahtera

Selain akademik, kurikulum sekolah ini akan menitikberatkan pada pendidikan vokasi. Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyebut pendekatan ini penting untuk membekali siswa dari keluarga prasejahtera agar mampu bersaing di dunia kerja.

"Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, mereka mendapat bekal yang mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja," tambah Li Claudia Chandra.

Sekolah terintegrasi ini akan menaungi jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Amsakar optimistis model pendidikan terpadu ini akan melahirkan generasi dengan kapasitas intelektual yang kuat.

Perizinan Masih Berproses, Target Fisik 2028

BP Batam memastikan pembangunan fisik belum dimulai karena seluruh aspek hukum dan teknis masih dalam proses penyelesaian. Beberapa perizinan yang tengah diurus meliputi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

"Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Dengan begitu pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada. Karena sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang," kata Amsakar.

Setelah seluruh perizinan rampung, pembangunan fisik akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian pada tahun 2028. Sekolah ini berdiri di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik BP Batam.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks