TANJUNGPINANG — Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam, menegaskan pemberian vaksin di usia sekolah merupakan langkah krusial. Imunisasi ini tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membangun kekebalan kelompok di tengah aktivitas belajar mengajar yang melibatkan interaksi intensif antar siswa.
Rustam menjelaskan, vaksin MR diberikan untuk mempertahankan antibodi anak terhadap campak dan rubella. Perlindungan ini menjadi krusial karena komplikasi campak dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti radang paru dan radang selaput otak.
Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini
Program ini juga menyasar siswi sekolah dasar untuk mendapatkan vaksin HPV. Tujuannya, mencegah infeksi Human Papillomavirus yang menjadi penyebab utama kanker serviks di kemudian hari.
Pemberian vaksin HPV dilakukan saat anak belum terpapar virus. Pada usia ini, tubuh memiliki kesempatan membentuk antibodi dengan lebih baik dibandingkan saat mereka sudah dewasa.
"Imunisasi membantu membentuk kekebalan kelompok, karena semakin banyak anak yang memiliki kekebalan, risiko penularan di lingkungan sekolah dapat ditekan. Kondisi ini membantu melindungi anak yang tidak dapat menerima vaksin dampak kondisi kesehatan tertentu," ujar Rustam, Sabtu.
Cakupan 24 dari 78 Sekolah Dasar
Sejak dimulai pada 3 Agustus 2026, imunisasi telah menjangkau 24 dari 78 sekolah dasar yang menjadi sasaran di Tanjungpinang. Vaksinasi diberikan sesuai kelompok usia, dengan siswa kelas satu menerima vaksin MR dan siswa perempuan kelas lima mendapatkan vaksin HPV.
Untuk tingkat SMP sederajat, program menyasar 33 sekolah dengan fokus pada siswa perempuan kelas sembilan. Pelaksanaan teknis dilakukan oleh puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.
Hingga 15 Agustus 2026, empat puskesmas telah melaksanakan kegiatan tersebut, yakni Puskesmas Sei Jang, Tanjung Unggat, Mekar Baru dan Tanjungpinang. Empat puskesmas lainnya dijadwalkan menggelar imunisasi setelah 18 Agustus 2026.
Rustam berharap pelaksanaan imunisasi di sekolah dapat memberi perlindungan kepada anak sekaligus membangun kesadaran bahwa pencegahan penyakit perlu dilakukan sejak usia dini.