TANJUNGPINANG — Peran kepala sekolah sebagai Ketua Mabigus tidak lagi sekadar administratif. Mereka dituntut menjadi penggerak utama yang memastikan kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing berjalan aktif, berkualitas, dan relevan dengan tantangan zaman.
Hal ini ditekankan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, saat menutup secara resmi Perkemahan Orientasi Mabigus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tanjungpinang di Bumi Perkemahan Bukit Manuk, Minggu (2/8/2026). Orientasi yang berlangsung tiga hari itu diikuti para Ketua Mabigus dari satuan pendidikan se-Kota Tanjungpinang.
Bukan Sekadar Ekstrakurikuler, tapi Investasi Jangka Panjang
Raja Ariza mengapresiasi semangat dan kedisiplinan para peserta selama perkemahan. Ia menegaskan pembinaan kepramukaan merupakan investasi jangka panjang paling berharga dalam menyiapkan generasi muda yang berintegritas, mandiri, dan bertanggung jawab.
"Gerakan Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan alam atau kepanduan membentuk watak. Disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan gotong royong. Semua nilai itu tumbuh dan hidup berkat peran pembinaan Mabigus di setiap gugus depan," ujar Raja Ariza.
Momentum Menyelaraskan Langkah Pembinaan
Kegiatan ini dinilai menjadi momen penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala sekolah. Selain itu, orientasi ini juga bertujuan menyelaraskan langkah dan menyatukan komitmen dalam memajukan pembinaan kepramukaan di lingkungan sekolah masing-masing.
Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa tanggung jawab Ketua Mabigus sangat besar. Mereka harus memastikan nilai-nilai kepramukaan benar-benar tumbuh dan hidup di setiap gugus depan, bukan hanya tertulis di program kerja.
Sinergi Semua Pihak Kunci Keberhasilan
Raja Ariza juga mengajak Kwartir Cabang Pramuka, Dinas Pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempererat sinergi. Menurutnya, membangun karakter anak-anak tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan harus berjalan bahu-membahu.
"Membentuk anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter mulia itu tugas kita bersama. Pramuka adalah wadah terbaiknya, dan Mabigus adalah kuncinya," tegasnya.
Di akhir arahannya, Raja Ariza berharap semangat yang terbangun selama perkemahan tidak berakhir di Bukit Manuk. Ia meminta para kepala sekolah mewujudkannya melalui program kreatif, inovatif, dan berkelanjutan di sekolah masing-masing.
"Jadikan gugus depan sebagai ruang yang melahirkan generasi tangguh, berintegritas, dan peduli sesama," pesannya. (*)