BATAM — Proses verifikasi dan validasi data guru di Kota Batam memasuki babak baru dengan menyasar ribuan ASN pendidikan secara bertahap. Kegiatan silaturahmi yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (5/8), menjadi ajang pendataan bagi 648 ASN sektor pendidikan dari Kecamatan Sekupang saja.
Dari jumlah tersebut, rinciannya adalah 255 pegawai negeri sipil (PNS) dan 393 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Mereka adalah bagian dari total 4.877 ASN pendidikan yang tersebar di seluruh Batam, terdiri dari 1.778 PNS dan 3.099 PPPK.
Komposisi Guru PNS vs PPPK Jadi Sorotan
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengungkapkan bahwa hasil penelusuran awal menunjukkan komposisi guru berstatus PPPK jauh lebih dominan dibandingkan PNS. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena guru ASN yang memasuki masa pensiun belum seluruhnya tergantikan.
"Setelah data dimutakhirkan, kami akan membawa persoalan kebutuhan guru di Batam kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk mencari solusi bersama," ujar Li Claudia dalam keterangannya.
Validasi data ini merupakan tindak lanjut dari laporan sejumlah kepala sekolah yang menyebut masih adanya kekurangan guru di beberapa satuan pendidikan. Padahal, secara kuantitas, jumlah tenaga pendidik di Batam terbilang cukup besar.
Data Riil Jadi Landasan Kebijakan SDM Pendidikan
Amsakar menegaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar formalitas administratif. Data yang akurat akan menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya manusia di bidang pendidikan, termasuk distribusi guru agar merata di setiap sekolah.
"Dari pendataan ini kita mengetahui kondisi riil guru di Batam sebagai dasar menyusun kebijakan ke depan," kata Amsakar di hadapan para pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, melaporkan proses validasi dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Kecamatan Batuampar dan Batam Kota, dan kini berlanjut ke kecamatan-kecamatan lainnya.
Kontribusi Guru pada Kenaikan IPM Batam
Di tengah proses pendataan, Amsakar memberikan apresiasi atas dedikasi para guru yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam. IPM setempat naik dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025.
"Kalau mutu pendidikan kita baik, tentu karena guru-gurunya hebat. Karena itu, pembangunan SDM menjadi prioritas, termasuk melalui program seragam sekolah gratis dan beasiswa," tegasnya.
Pemkot Batam berharap pemutakhiran data ini mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, tidak hanya untuk mengisi kekosongan guru tetapi juga meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh di kota industri tersebut.