NATUNA — Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 menjadi momentum bagi Polres Natuna untuk menegaskan kembali komitmen mengawal ideologi bangsa. Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie menyebut nilai-nilai Pancasila harus terlihat dalam setiap interaksi kepolisian dengan masyarakat, bukan sekadar seremoni.
"Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara," ujarnya di Natuna, Senin.
Polres Natuna menjadikan program Jumat Curhat sebagai salah satu instrumen utama merawat persatuan. Setiap Jumat, polisi dan warga duduk bersama membahas situasi kamtibmas secara langsung.
Warga bisa menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga kritik terhadap pelayanan publik tanpa perantara. Dari sisi kepolisian, momen ini dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi penting dan menumbuhkan semangat kebhinekaan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini dipusatkan di Markas Komando Polres Natuna pada Senin pagi. Upacara diikuti para pejabat utama, perwira, personel Polres Natuna, serta ASN Polri.
Tema yang diusung, "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan di tengah keberagaman adalah tugas bersama.
AKBP Novyan menekankan bahwa pengamalan Pancasila tidak boleh berhenti pada upacara. Penerapan nilai-nilai itu harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menjalankan tugas sebagai abdi negara.
"Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga persatuan bangsa serta mendukung terciptanya perdamaian dunia," kata dia.
Polres Natuna berharap, dengan mengamalkan Pancasila secara konsisten, pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal. Program Jumat Curhat pun diharapkan terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara polisi dan warga di Natuna.