TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memastikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan kawasan resor wisata terpadu Treasure Bay di Kabupaten Bintan. Ia menilai investasi ini akan memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah.
"Pemprov Kepri mendukung penuh rencana keberlanjutan pembangunan kawasan Treasure Bay, karena investasi seperti ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah," kata Ansar di Tanjungpinang, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan setelah Pemprov Kepri menerima pemaparan rencana pengembangan dari Landmarks Berhad Group selaku pengelola. Ansar menyebut pihaknya siap memfasilitasi berbagai kebutuhan perizinan yang menjadi kewenangan daerah, sekaligus membantu menjembatani proses perizinan di tingkat pemerintah pusat.
Fasilitas Unggulan di Lahan 338 Hektare
CEO Landmarks Berhad Group Mark Wee Liang Yee menjelaskan Treasure Bay Bintan telah dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 338 hektare. Salah satu fasilitas unggulannya adalah Crystal Lagoon seluas 6,3 hektare yang dikenal sebagai salah satu laguna buatan terbesar di Asia Tenggara.
Kawasan ini juga telah dilengkapi akomodasi seperti The ANMON Resort Bintan dan Natra Bintan, a Tribute Portfolio Resort. "Ke depan, kami berencana menambah pembangunan hotel, resor, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya di kawasan Treasure Bay," ujar Mark Wee di Tanjungpinang.
Rencana Pengembangan: Marina hingga The Ring Hotel
Dalam masterplan yang dipaparkan, sejumlah proyek baru akan diwujudkan. Rencananya meliputi pembangunan kawasan marina, city town, dormitory, hotel, hingga The Ring Hotel.
Selain itu, Landmarks Berhad Group juga berupaya memasukkan kawasan Lagoi, Bintan, ke dalam peta pengembangan Singapore-Johor Special Economic Zone (SEZ). Langkah ini disebut untuk memperkuat konektivitas dan menarik lebih banyak investasi internasional.
Pemprov Dorong Penguatan Kawasan FTZ Bintan dan Karimun
Di sisi lain, Gubernur Ansar menindaklanjuti usulan investor terkait penguatan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun. Ia berencana mengajak para investor bersama-sama memperjuangkan pengembangan kawasan FTZ tersebut kepada pemerintah pusat.
"Kami terus mendukung setiap rencana yang memberikan manfaat bagi kemajuan Kepri, khususnya dalam memperkuat sektor pariwisata dan investasi," ujar Ansar.
Mark Wee optimistis langkah ini akan meningkatkan daya saing Kepri sebagai destinasi wisata kelas dunia. "Kami berharap dukungan pemerintah daerah maupun pusat terus berlanjut sehingga seluruh rencana pengembangan ini dapat terealisasi dengan baik," pungkasnya.